KEDU UTARA, PERHUTANI (06/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melaksanakan kegiatan preventif dengan melakukan pengecekan kondisi bangunan basecamp pendakian Gunung Sindoro via Sigedang, yang berada di dalam kawasan hutan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi terhadap potensi dampak cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang belakangan melanda wilayah Kabupaten Wonosobo, Sabtu, (04/04).
Kegiatan tersebut difokuskan pada pemeriksaan fasilitas basecamp bagi para pendaki. Selain itu, Perhutani juga memastikan bahwa sarana pendukung keselamatan di area basecamp tetap berfungsi dengan baik dan siap digunakan dalam kondisi darurat.
Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Administratur, KPH Kedu Utara, Alimin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif guna mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan akibat perubahan cuaca yang tidak menentu, khususnya di kawasan pegunungan.
“Perhutani, melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi bangunan basecamp untuk memastikan keamanannya tetap terjaga, terutama di tengah cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang. Hal ini penting demi keselamatan para pendaki maupun pengelola,” jelas Alimin.
Ia, menambahkan bahwa kondisi geografis kawasan Gunung Sindoro, yang berada di dataran tinggi membuatnya rentan terhadap perubahan cuaca secara cepat. Oleh karena itu, kesiapan fasilitas dan kewaspadaan semua pihak menjadi kunci utama dalam meminimalisasi potensi risiko.
Dalam kesempatan tersebut, Perhutani, juga memberikan imbauan kepada pengelola basecamp, agar meningkatkan kewaspadaan serta secara aktif memberikan edukasi kepada para pendaki. Edukasi ini, meliputi pemahaman terkait risiko cuaca ekstrem, pentingnya persiapan fisik dan perlengkapan, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan selama pendakian.
“Perhutani, meminta pengelola basecamp untuk terus mengingatkan pendaki agar memperhatikan kondisi cuaca dan tidak memaksakan diri jika situasi tidak memungkinkan. Edukasi ini, sangat penting sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana,” tambahnya.
Sementara itu, pengelola basecamp Gunung Sindoro via Sigedang, Mualimin, menyampaikan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti arahan dari Perhutani.
Ia, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca dalam beberapa waktu terakhir memang cukup ekstrem sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra dalam pengelolaan pendakian.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan kepada pendaki. Edukasi terkait keselamatan akan terus kami sampaikan, terutama terkait kondisi cuaca yang tidak menentu,” ungkap Mualimin.
Ia, juga menambahkan bahwa pihak basecamp akan memperketat pemantauan terhadap aktivitas pendaki, termasuk memberikan informasi terkini terkait kondisi jalur dan cuaca sebelum pendakian dilakukan.
Melalui kegiatan preventif ini, Perhutani, berharap tercipta sinergi yang kuat antara pengelola basecamp dan seluruh pihak terkait dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Upaya ini, tidak hanya bertujuan untuk menjaga keselamatan pendaki, tetapi juga memastikan keberlangsungan aktivitas wisata pendakian yang aman dan bertanggung jawab di kawasan Gunung Sindoro. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026