KEDU UTARA, PERHUTANI (11/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus memperkuat aspek keamanan dan keselamatan wisata pendakian di kawasan hutan dengan menjalin koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana (Bagana) Kabupaten Wonosobo. Kegiatan koordinasi tersebut dilaksanakan di Basecamp Alang-Alang Sewu, basecamp pendakian Gunung Sumbing via Alang-Alang Sewu yang berada di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Selasa (09/06).

Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan sinergi dalam penanganan potensi bencana serta keselamatan pengunjung yang beraktivitas di jalur pendakian yang berada di kawasan hutan Perhutani.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), cuaca ekstrem, tanah longsor, serta kesiapsiagaan dalam penanganan keadaan darurat yang melibatkan para pendaki. Selain itu, kedua pihak juga membahas pentingnya peningkatan koordinasi dan komunikasi antara petugas lapangan, relawan, serta pengelola jalur pendakian guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Naufal Rafif, menyampaikan bahwa keberadaan jalur pendakian yang berada di kawasan hutan memerlukan perhatian khusus dari seluruh pihak, terutama terkait aspek keselamatan dan mitigasi bencana.

“Perhutani berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan dan keselamatan wisata pendakian melalui sinergi dengan berbagai stakeholder. Koordinasi bersama Bagana Kabupaten Wonosobo ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan para pendaki yang memanfaatkan kawasan hutan sebagai destinasi wisata alam,” ungkap Naufal.

Menurutnya, keselamatan pengunjung merupakan prioritas utama sehingga diperlukan kolaborasi yang baik antara Perhutani, relawan kebencanaan, pengelola wisata, serta masyarakat sekitar kawasan hutan. Dengan adanya komunikasi yang intensif, diharapkan berbagai potensi gangguan keamanan dan keselamatan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat.

Sementara itu, perwakilan Tim Bagana Kabupaten Wonosobo, Gunawan, menyambut baik koordinasi yang dilakukan bersama Perhutani. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di kawasan wisata alam.

“Bagana Kabupaten Wonosobo siap mendukung langkah-langkah yang dilakukan Perhutani dalam meningkatkan keamanan wisata pendakian. Kerja sama yang baik antara seluruh unsur menjadi modal penting dalam mewujudkan kawasan wisata yang aman, tangguh, dan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat maupun para pendaki,” ujar Gunawan.

Melalui koordinasi tersebut, Perhutani berharap dapat mewujudkan sistem penanganan yang lebih terintegrasi dalam menghadapi berbagai potensi risiko di kawasan hutan. Sinergi dengan Bagana Kabupaten Wonosobo juga diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan dan penanganan bencana sehingga keberadaan wisata pendakian di kawasan hutan dapat terus berkembang secara aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh pengguna jasa lingkungan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026