KEDU UTARA, PERHUTANI (27/01/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menggelar koordinasi dan komunikasi sosial (komsos), bersama Pemerintah Desa Seloprojo, dan Polsek Ngablak, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, guna menyikapi meningkatnya intensitas hujan dan angin kencang yang berpotensi memicu bencana alam. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, (26/01) dengan fokus pembahasan pada pengamanan kawasan hutan serta kesiapsiagaan terhadap ancaman longsor dan pohon tumbang.

Desa Seloprojo, merupakan desa yang berada di dalam kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pagergunung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa. Kondisi topografi wilayah yang berbukit, ditambah dengan cuaca ekstrem, menjadikan daerah tersebut memiliki tingkat kerawanan bencana yang perlu diantisipasi secara terpadu. Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh Kepala Desa Seloprojo, Kapolsek Ngablak, serta jajaran Perhutani BKPH Ambarawa.

Administratur, Perhutani KPH Kedu Utara, melalui Kepala BKPH Ambarawa, Herman Sutrisno, menyampaikan bahwa langkah koordinatif ini merupakan bagian dari upaya preventif Perhutani, dalam menjaga stabilitas kawasan hutan sekaligus keselamatan masyarakat.

“Dalam kondisi cuaca seperti sekarang, potensi gangguan keamanan hutan dan bencana alam meningkat. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi yang intensif dengan pemerintah desa dan aparat keamanan agar pengawasan dan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Herman, menjelaskan bahwa Perhutani, secara rutin melakukan pemantauan pada titik-titik rawan, khususnya kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan permukiman dan jalur aktivitas masyarakat.

Ia, juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan indikasi awal bencana, seperti pergerakan tanah, pohon miring, maupun aliran air yang tidak normal.

Sementara itu, Kepala Desa Seloprojo, Gunadi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Perhutani dalam membangun kesiapsiagaan bersama. Menurutnya, koordinasi lintas sektor sangat penting untuk meminimalkan risiko bencana, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan.

“Pemerintah desa, akan terus mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas berisiko saat hujan dan angin kencang,” kata Gunadi.

Kapolsek Ngablak, AKP Pramono Abdi Wibowo, menegaskan bahwa pihak kepolisian siap mendukung upaya pengamanan kawasan hutan dan antisipasi bencana. Dukungan tersebut diwujudkan melalui patroli wilayah, pemantauan kondisi lapangan, serta penyampaian imbauan kamtibmas kepada masyarakat.

“Sinergi ini penting agar potensi gangguan dapat dicegah sejak dini dan masyarakat merasa aman,” ungkapnya.

Melalui kegiatan koordinasi dan komsos ini, Perhutani, berharap terjalin kerja sama yang semakin solid dengan Pemerintah Desa Seloprojo, dan Polsek Ngablak. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat pengamanan kawasan hutan RPH Pagergunung, BKPH Ambarawa, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana alam di tengah cuaca ekstrem. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026