KEDU UTARA, PERHUTANI (24/12/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama mitra kerja sadapan getah pinus di Petak 55i Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jumo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Candiroto, yang masuk wilayah Desa Giyono, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Senin (22/12). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dengan para penyadap sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan kerja serta optimalisasi produksi getah pinus secara berkelanjutan.

Kegiatan komsos dilaksanakan secara dialogis di areal sadapan dengan melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Redi Mulyo dan para penyadap setempat. Dalam kesempatan tersebut, Perhutani menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja saat melakukan penyadapan, mulai dari penggunaan alat pelindung diri, penerapan teknik sadap yang benar, hingga pengelolaan lingkungan kerja agar tetap aman dan produktif.

Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Candiroto, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa komunikasi rutin dengan mitra sadap menjadi kunci dalam menjaga kelancaran produksi getah sekaligus keselamatan para pekerja di lapangan.

“Perhutani berkomitmen untuk terus mendampingi mitra sadapan. Keamanan kerja merupakan prioritas utama karena penyadap adalah ujung tombak produksi getah. Dengan bekerja secara aman dan sesuai prosedur, produksi dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa optimalisasi produksi getah tidak hanya bergantung pada jumlah pohon yang disadap, tetapi juga ditentukan oleh kualitas teknik penyadapan serta kedisiplinan dalam perawatan pohon. Penerapan teknik sadap yang tepat dinilai mampu menjaga kesehatan tegakan pinus dan menjamin kontinuitas hasil di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua LMDH Redi Mulyo, Sunari, menyambut baik kegiatan komsos tersebut. Menurutnya, komunikasi langsung di lapangan sangat bermanfaat bagi para penyadap dalam memahami kebijakan Perhutani sekaligus meningkatkan pengetahuan teknis.

“Kami dari LMDH mendukung penuh upaya Perhutani. Dengan adanya kegiatan komsos seperti ini, penyadap merasa diperhatikan dan semakin memahami pentingnya keselamatan kerja serta cara meningkatkan hasil sadapan tanpa merusak pohon,” kata Sunari.

Perwakilan penyadap, Tirah, juga mengungkapkan apresiasinya atas pendampingan yang dilakukan Perhutani. Ia menyampaikan bahwa arahan terkait keamanan kerja dan teknik penyadapan sangat membantu dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami menjadi lebih memahami cara menyadap yang aman dan benar. Harapannya, hasil getah dapat meningkat dan pekerjaan kami tetap aman,” ungkapnya.

Melalui kegiatan komsos ini, Perhutani berharap terjalin hubungan kerja yang semakin solid dengan mitra sadapan, sehingga keamanan kerja dapat terjaga dan produksi getah pinus terus meningkat secara optimal dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri
Copyright © 2025