KEDU UTARA, PERHUTANI (13/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan koordinasi dan komunikasi sosial (komsos) bersama Akademi Militer (AKMIL) terkait rencana pelaksanaan pelatihan TNI di Petak 20 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Temanggal, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang. Kawasan hutan tersebut secara administratif berada di Dusun Beji Lor, Desa Girirejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, pada Selasa (10/02).
Kegiatan koordinasi ini merupakan wujud sinergi antar lembaga dalam pemanfaatan kawasan hutan negara untuk kepentingan latihan militer dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan dan keamanan kawasan. Perhutani menegaskan dukungannya terhadap kegiatan pelatihan TNI sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan dan kesiapsiagaan nasional.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Magelang Yulianto menyampaikan bahwa koordinasi tersebut menjadi langkah penting agar seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan serta tidak mengganggu fungsi utama kawasan hutan.
Ia menegaskan bahwa Perhutani mendukung penuh kegiatan pelatihan TNI di wilayah Petak 20 RPH Temanggal. Namun demikian, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan aspek keamanan hutan, kelestarian lingkungan, serta aturan yang berlaku dalam pengelolaan kawasan hutan negara.
Ia menambahkan bahwa Perhutani bersama pihak AKMIL telah menyepakati pola komunikasi dan pengawasan lapangan selama kegiatan berlangsung, termasuk mitigasi potensi risiko terhadap tegakan dan lingkungan sekitar. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan kegiatan pelatihan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap kawasan hutan.
Sementara itu, Kepala Seksi Administrasi Logistik AKMIL Kapten Kav Agung Susilo menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang diberikan Perhutani dalam mendukung pelatihan prajurit TNI di wilayah hutan Temanggal.
Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan Perhutani dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan tersebut. Menurutnya, latihan di medan hutan sangat penting untuk meningkatkan kemampuan fisik, mental, dan taktik prajurit. Pihaknya berkomitmen menjaga kelestarian hutan serta mematuhi seluruh ketentuan yang telah disepakati bersama.
Ia juga menegaskan bahwa setiap personel yang terlibat telah dibekali arahan untuk menjaga kebersihan, tidak merusak tanaman, serta mematuhi batas area yang telah ditentukan.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut disampaikan Kepala Dusun Beji Lor Juweri. Ia menyambut baik koordinasi antara Perhutani dan AKMIL sehingga pelatihan dapat berjalan tertib dan tidak menimbulkan keresahan masyarakat.
Ia menyatakan bahwa pemerintah dusun mendukung kegiatan pelatihan TNI selama tetap menjaga keamanan dan kelestarian hutan. Dengan komunikasi yang baik antara Perhutani, TNI, dan masyarakat, diharapkan kegiatan ini memberikan dampak positif serta mempererat hubungan antara aparat dan warga.
Melalui koordinasi dan komunikasi sosial ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Perhutani, AKMIL, dan pemerintah desa dalam mendukung kepentingan negara sekaligus menjaga kelestarian hutan sebagai aset strategis nasional. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026