KEDU UTARA, PERHUTANI (12/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, terus memperkuat sinergi dan komunikasi sosial (komsos), dengan para pemangku kepentingan di kawasan hutan, khususnya dalam pengelolaan wisata pendakian. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan koordinasi dan komsos bersama pengelola Basecamp Gunung Sumbing, jalur Banaran, yang berada di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kemloko, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, Desa Banaran, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, pada Sabtu (10/01).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan pendaki, memastikan pengelolaan pendakian berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hutan, khususnya pengelolaan sampah pendakian.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara, melalui Kepala BKPH Temanggung, Riry Osmaroza, menyampaikan bahwa koordinasi, dan komsos, dengan pengelola basecamp serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pendakian yang aman, tertib, dan berwawasan lingkungan.
“Perhutani, mengimbau agar seluruh aktivitas pendakian Gunung Sumbing, via Banaran, dilaksanakan sesuai SOP yang berlaku. Keselamatan pendaki menjadi prioritas utama, terlebih dengan kondisi cuaca yang dinamis, seperti potensi hujan, angin kencang, dan kabut tebal,” jelas Riry.
Ia, menambahkan, pengelola basecamp, diharapkan dapat memberikan edukasi kepada calon pendaki terkait kondisi cuaca, kewajiban membawa perlengkapan standar, serta pembatasan pendakian apabila kondisi tidak memungkinkan. Pendataan pendaki, pencatatan waktu naik dan turun, serta pengawasan lapangan juga wajib dilaksanakan secara konsisten.
Selain aspek keselamatan, Perhutani, turut menekankan pentingnya pengelolaan sampah pendakian. Riry, menegaskan bahwa seluruh sampah yang dibawa pendaki harus diturunkan kembali dan tidak ditinggalkan di jalur pendakian maupun area puncak.
“Kelestarian hutan Gunung Sumbing, merupakan tanggung jawab bersama. Pengelolaan sampah harus menjadi komitmen semua pihak,” tegasnya.
Ketua LMDH Sido Luhur, Samadi, menyambut baik kegiatan koordinasi dan komsos tersebut.
Ia, menilai sinergi antara Perhutani, LMDH, dan pengelola basecamp, sangat penting dalam menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Kami siap mendukung kebijakan Perhutani, terutama dalam menjaga kelestarian hutan dan mendukung pengelolaan pendakian yang aman dan tertib. Masyarakat juga terus kami libatkan dalam pengawasan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap Samadi.
Sementara itu, Pengelola Basecamp Gunung Sumbing, jalur Banaran, Nurohmat, menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh arahan Perhutani.
Ia, memastikan pihak basecamp akan terus meningkatkan pelayanan, pengawasan pendaki, serta pengelolaan sampah.
“Kami rutin memberikan briefing kepada pendaki terkait cuaca, keselamatan, dan kewajiban membawa turun sampah. Koordinasi dengan Perhutani, dan LMDH, menjadi kunci agar pendakian via Banaran tetap aman, nyaman, dan lestari,” pungkasnya.
Melalui kegiatan koordinasi dan komsos ini, Perhutani KPH Kedu Utara, berharap pengelolaan pendakian Gunung Sumbing, jalur Banaran, dapat berjalan secara berkelanjutan, aman bagi pendaki, serta tetap menjaga fungsi dan kelestarian kawasan hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026