KEDU UTARA, PERHUTANI (11/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, dalam rangka memperkuat upaya pengamanan hutan, pengelolaan jalur pendakian, serta edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mangli, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang, pada Selasa (09/06).
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bentuk sinergi antara Perhutani dan pemerintah desa dalam menjaga kelestarian kawasan hutan, khususnya dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, pertemuan juga membahas pengelolaan jalur pendakian Gunung Sumbing via Butuh yang berada di wilayah Desa Temanggung.
Desa Temanggung merupakan lokasi Basecamp Pendakian Gunung Sumbing via Butuh yang dikelola melalui skema kemitraan antara Perhutani dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Keberadaan jalur pendakian tersebut menjadi salah satu potensi wisata alam yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sehingga perlu didukung dengan upaya pengamanan kawasan dan peningkatan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan.
Dalam koordinasi tersebut, Perhutani bersama Pemerintah Desa Temanggung membahas pentingnya menjaga kondusivitas kawasan hutan, meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, serta memberikan edukasi kepada para pendaki mengenai pencegahan Karhutla. Masyarakat dan pengelola wisata diharapkan turut berperan aktif dalam mengingatkan para pendaki agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang, Yulianto, mengatakan bahwa kerja sama dan koordinasi dengan pemerintah desa merupakan bagian penting dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan.
“Sinergi antara Perhutani dengan Pemerintah Desa Temanggung sangat diperlukan dalam menjaga keamanan kawasan hutan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Mengingat di wilayah desa ini terdapat jalur pendakian Gunung Sumbing via Butuh yang dikelola melalui skema kemitraan antara Perhutani dengan LMDH, maka upaya edukasi dan pencegahan Karhutla harus terus ditingkatkan agar aktivitas wisata dapat berjalan dengan aman serta kelestarian hutan tetap terjaga,” ujar Yulianto.
Menurutnya, pengamanan kawasan hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pemerintah desa, masyarakat, pengelola wisata, serta para pendaki.
Sementara itu, perangkat Desa Temanggung, Lilik Setiawan, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya koordinasi yang baik antara Perhutani dan Pemerintah Desa Temanggung. Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi yang selama ini terbangun menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus mendukung pengembangan wisata alam di wilayah desa.
“Kami menyambut baik koordinasi yang dilakukan oleh Perhutani. Keberadaan jalur pendakian Gunung Sumbing via Butuh telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sehingga sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga keamanan hutan dan mencegah terjadinya kebakaran. Kami siap mendukung berbagai upaya yang dilakukan Perhutani demi terwujudnya kawasan hutan yang aman dan lestari,” ungkap Lilik.
Melalui kegiatan koordinasi ini, Perhutani KPH Kedu Utara bersama Pemerintah Desa Temanggung berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian kawasan hutan RPH Mangli BKPH Magelang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, serta mendukung pengelolaan wisata pendakian Gunung Sumbing via Butuh melalui pola kemitraan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga fungsi hutan secara berkelanjutan.(Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026