KEDU UTARA, PERHUTANI (31/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus memperkuat tata kelola pendakian gunung yang lebih tertib, terdata, dan berkelanjutan melalui implementasi sistem Tiket Pendakian berbasis online. Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah dijalin antara Perhutani dengan PT Manggala Teknologi Nusantara (MTN) sebagai mitra penyedia sistem teknologi pendakian. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (30/12).
Sebagai bagian dari implementasi MoU tersebut, Perhutani melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama petugas PT MTN Tim Tiket Pendakian Jawa Tengah di wilayah kerja Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi teknis, serta mempersiapkan langkah awal penerapan sistem Tiket Pendakian di lapangan.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa kerja sama dengan PT Manggala Teknologi Nusantara merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam mendukung transformasi digital, khususnya dalam pengelolaan pendakian gunung di kawasan hutan negara.
“Melalui MoU yang telah disepakati, Perhutani mendorong penerapan sistem Tiket Pendakian online sebagai instrumen pengelolaan yang lebih tertib dan terukur. Sistem ini penting untuk mendukung keselamatan pendaki, pengendalian aktivitas di kawasan hutan, serta memudahkan proses monitoring dan evaluasi oleh pengelola,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pencatatan data pendaki secara digital memberikan manfaat besar bagi pengelola di tingkat RPH maupun BKPH, terutama dalam pengawasan kawasan dan pengambilan kebijakan berbasis data. Selain itu, sistem ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pendaki.
Sementara itu, Perwakilan PT Manggala Teknologi Nusantara wilayah Jawa Tengah, Rahmad, menjelaskan bahwa sistem Tiket Pendakian dirancang untuk mendukung pengelolaan pendakian secara menyeluruh, mulai dari proses pendaftaran, pengaturan kuota pendaki, hingga pelaporan aktivitas pendakian.
“Sebagai mitra Perhutani, kami berkomitmen mendukung implementasi sistem Tiket Pendakian secara bertahap dan berkelanjutan. Sinergi antara RPH, mandor lapangan, pengelola basecamp, serta tim teknis menjadi kunci agar sistem ini dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dalam suasana santai namun produktif, dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil pertemuan sebagai langkah awal penerapan sistem Tiket Pendakian online di wilayah RPH Anggrunggondok. Melalui kolaborasi ini, Perhutani berharap pengelolaan pendakian di kawasan hutan dapat semakin aman, tertib, dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2025