KEDU UTARA, PERHUTANI (31/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan mitra sadap melalui penyerahan alat bantu sadap kepada para penyadap petak 52B1 wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Leksono, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kediaman mitra sadap Desa Gumiwang, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo. Senin (30/03)

Penyerahan alat bantu sadap ini merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam meningkatkan kelancaran pekerjaan para mitra sadap di lapangan. Dengan dukungan peralatan yang memadai, diharapkan produktivitas getah pinus dapat meningkat sekaligus memberikan dampak positif terhadap pendapatan para penyadap.

Administratur KPH Kedu Utara, melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian Perhutani terhadap para mitra sadap yang menjadi ujung tombak dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu.

“Perhutani berkomitmen untuk terus mendukung para mitra sadap melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan alat bantu sadap ini, Perhutani berharap pekerjaan penyadap menjadi lebih efektif, aman, dan hasil produksi getah pinus dapat meningkat, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan mereka,” ungkap Yossy.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan, khususnya para penyadap, menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan hutan. Selain aspek produksi, Perhutani juga terus mengedepankan prinsip kelestarian hutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, salah satu mitra sadap, Nijan, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh Perhutani. Menurutnya, alat bantu sadap tersebut sangat membantu dalam menunjang aktivitas penyadapan sehari-hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada Perhutani atas bantuan ini. Dengan alat yang lebih baik, pekerjaan kami jadi lebih ringan, harapannya pendapatan kami bisa meningkat,” ujar Nijan.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan kemitraan antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan. Dengan adanya dukungan yang berkelanjutan, diharapkan para mitra sadap semakin termotivasi untuk bekerja secara optimal sekaligus ikut menjaga kelestarian kawasan hutan.

Melalui langkah nyata seperti ini, Perhutani terus mendorong pengelolaan hutan yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan secara langsung dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)