KEDU UTARA, PERHUTANI (17/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menggelar kegiatan sosialisasi isi Perjanjian Kerja Sama (PKS) kemitraan antara Perhutani dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)  wilayah KPH Kedu Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Arabica lantai 2 Kantor KPH Kedu Utara, dengan dihadiri perwakilan LMDH dan pengelola wisata alam maupun wisata pendakian. Selasa (17/03)

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif terkait isi perjanjian kemitraan hak dan kewajiban masing-masing pihak, serta tata kelola kawasan hutan berbasis kolaborasi. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan dalam mendukung pengelolaan wisata yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemitraan antara Perhutani dengan LMDH merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi kawasan hutan tanpa mengesampingkan aspek kelestarian.

“Melalui sosialisasi ini, Perhutani ingin memastikan bahwa seluruh pihak memahami isi perjanjian kerja sama secara utuh, sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi semua pihak. Pengelolaan wisata di kawasan hutan harus tetap mengedepankan prinsip kelestarian serta keamanan,” ujar Andrie Syailendra.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan wisata alam dan wisata pendakian di wilayah KPH Kedu Utara menjadi potensi besar yang perlu dikelola secara profesional dan bertanggung jawab, dengan melibatkan masyarakat melalui LMDH sebagai mitra utama.

Perwakilan Ketua LMDH, Tuyali, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menilai bahwa kejelasan isi perjanjian kerja sama sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaan di lapangan.

“Kami dari LMDH sangat mendukung adanya sosialisasi ini, karena memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai peran dan tanggung jawab kami sebagai mitra Perhutani. Dengan adanya kejelasan aturan, kami berharap kemitraan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan,” ungkap Tuyali.

Sementara itu, perwakilan pengurus basecamp pendakian, Ridho, juga menyampaikan apresiasinya atas langkah Perhutani dalam melibatkan para pengelola wisata dalam sosialisasi tersebut. Menurutnya, komunikasi yang baik antara Perhutani dan pengelola lapangan sangat penting.

“Kami sebagai pengelola basecamp pendakian merasa terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Kami jadi lebih memahami aturan yang berlaku, terutama terkait pengelolaan kawasan, keselamatan pendaki, serta kontribusi yang harus dipenuhi. Harapannya, wisata pendakian di wilayah Kedu Utara semakin tertata dan diminati,” jelas Ridho.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menggali lebih dalam terkait teknis pelaksanaan perjanjian kerja sama. Diskusi yang terbangun menunjukkan antusiasme peserta dalam mendukung pengelolaan wisata yang tertib, aman, dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)