KEDU UTARA, PERHUTANI (24/02/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menerima audiensi dari Oemah Alam Mandala, terkait pengajuan dukungan program bertajuk “7 Summits Wonosobo”. Kegiatan audiensi berlangsung di Ruang Arabica Lantai 2, Kantor Perhutani KPH Kedu Utara, dalam suasana diskusi yang hangat dan konstruktif guna membahas sinergi pengembangan wisata alam berbasis pendakian di wilayah Kabupaten Wonosobo, pada Jumat, (20/02).
Dalam pemaparannya, pihak Oemah Alam Mandala, menyampaikan konsep kegiatan wisata pendakian yang merangkum tujuh puncak gunung ikonik di wilayah Wonosobo, yaitu Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, Gunung Bismo, Gunung Kembang, Gunung Pakuwaja, serta Bukit Sikunir. Seluruh destinasi tersebut direncanakan masuk dalam satu manajemen promosi terpadu yang juga memberikan bentuk apresiasi bagi para pendaki yang berhasil menyelesaikan rangkaian pendakian.
Program ini, diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata minat khusus sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata daerah. Selain promosi destinasi, konsep yang diajukan juga mencakup edukasi keselamatan pendakian, pengelolaan lingkungan, serta pelibatan masyarakat sekitar kawasan hutan dalam mendukung layanan wisata.
Administratur, KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa Perhutani, pada prinsipnya mendukung kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.
“Perhutani, mendukung inisiatif yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, seperti peluang penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta jasa wisata, dengan tetap menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku di kawasan hutan. Perhutani, juga berharap pihak Oemah Alam Mandala, dapat berkoordinasi dan melakukan konfirmasi kepada masing-masing basecamp, pendakian agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib, terintegrasi, dan selaras dengan pengelolaan di lapangan,” ujarnya.
Ia, menambahkan bahwa Perhutani, berharap program “7 Summits Wonosobo” dapat memperkuat branding, pariwisata Kabupaten Wonosobo, sehingga berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan secara tidak langsung berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah melalui sektor pajak. Selain itu, aspek keselamatan menjadi perhatian penting, termasuk rencana penyediaan fasilitas pemeriksaan kesehatan bagi calon pendaki sebelum melakukan aktivitas pendakian.
Founder Oemah Alam Mandala, Joko Suryanto, menyampaikan apresiasi atas kesempatan audiensi dan dukungan yang diberikan Perhutani.
“Program ini, kami rancang sebagai upaya kolaboratif untuk mempromosikan potensi alam Wonosobo, secara terpadu sekaligus membangun kesadaran pendaki terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan selama beraktivitas di alam terbuka,” ungkapnya.
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Perhutani, dan para pegiat wisata alam, dalam mengembangkan kegiatan pendakian yang berkelanjutan, aman, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. Kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi wisata alam Wonosobo, sebagai destinasi unggulan yang berwawasan lingkungan dan berdaya saing. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026