KEDU UTARA, PERHUTANI (05/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menerima kunjungan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), di lokasi persemaian Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kleseman, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Jumat (02/01/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan penelitian terkait tahapan pembuatan persemaian, penyakit pada bibit, serta proses pelaksanaan tanaman di kawasan hutan.

Kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk melakukan observasi langsung terhadap pengelolaan persemaian yang dikelola Perhutani, mulai dari persiapan media tanam, proses penyemaian, pemeliharaan bibit, hingga identifikasi potensi penyakit yang dapat memengaruhi kualitas bibit sebelum ditanam di lapangan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pertukaran informasi dan pengetahuan antara akademisi dan pengelola hutan dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Administratur KPH Kedu Utara, melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa Perhutani, menyambut baik kunjungan serta kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen UGM. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan persemaian dan keberhasilan tanaman di kawasan hutan.

“Persemaian merupakan tahapan awal yang sangat menentukan keberhasilan tanaman di lapangan. Dengan adanya penelitian dari akademisi, Perhutani, berharap dapat memperoleh masukan ilmiah terkait pencegahan dan penanganan penyakit bibit, sehingga kualitas tanaman semakin baik,” ujarnya.

Ia, menambahkan bahwa Perhutani KPH Kedu Utara, terus berupaya menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan persemaian, meliputi kebersihan lokasi, pemilihan media tanam, pengaturan penyiraman, serta pemantauan kesehatan bibit secara berkala. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung program tanaman dan menjaga kelestarian hutan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Dosen UGM, Muhammad Gunawan, menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan difokuskan pada identifikasi jenis penyakit yang umum menyerang bibit di persemaian serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi teknis yang aplikatif bagi pengelola persemaian.

“Kami melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi bibit, media tanam, dan lingkungan persemaian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam upaya pencegahan penyakit bibit serta peningkatan tingkat keberhasilan tanaman di lapangan,” jelasnya.

Ia, juga mengapresiasi keterbukaan Perhutani, dalam mendukung kegiatan penelitian serta penyediaan data di lapangan. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan pengelola hutan sangat diperlukan untuk menjawab tantangan pengelolaan hutan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan tanaman dan keberlanjutan ekosistem hutan.

Melalui kegiatan tersebut, Perhutani berharap kerja sama dengan UGM dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas persemaian, serta mendukung keberhasilan program tanaman dan kelestarian hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026