KEDU UTARA, PERHUTANI (29/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menerima kunjungan kelompok pencinta alam “Gerbang Alam”, sebuah komunitas pencinta alam dari Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung. Kunjungan ini dilakukan untuk menyampaikan rencana dan mengajukan izin pembukaan jalur pendakian baru Gunung Prau melalui Desa Campurejo, masuk kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kenjuran, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Candiroto, Sabtu (27/12).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinergi antara Perhutani dan masyarakat desa sekitar hutan dalam menggali potensi wilayah yang dapat memberikan dampak positif, khususnya peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan tetap mengedepankan kelestarian hutan dan kepatuhan terhadap regulasi.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Candiroto, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung inisiatif masyarakat desa hutan dalam pengembangan potensi wisata alam, termasuk rencana pembukaan jalur pendakian baru, selama dilaksanakan sesuai ketentuan.
“Perhutani terbuka terhadap usulan pengembangan potensi desa di sekitar kawasan hutan, termasuk rencana pembukaan jalur pendakian. Namun seluruh proses harus mengikuti regulasi, memperhatikan aspek keamanan, kelestarian hutan, dan keselamatan pendaki,” ujar Joko.
Ia menambahkan bahwa pengajuan pembukaan jalur pendakian Gunung Prau via Campurejo masih memerlukan kajian teknis, administrasi, dan koordinasi lintas pihak. Hal ini meliputi penataan jalur, daya dukung lingkungan, pengelolaan sampah, serta sistem pengamanan dan pengawasan kawasan hutan.
Ketua komunitas Gerbang Alam, Priyono, menyampaikan bahwa pengajuan izin ini dilatarbelakangi oleh keinginan masyarakat Desa Campurejo untuk berperan aktif dalam pengembangan wisata alam di wilayahnya. Pembukaan jalur pendakian Gunung Prau diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.
“Kami berharap jalur pendakian via Campurejo dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus wadah edukasi bagi pendaki agar lebih peduli terhadap kelestarian alam,” ungkap Priyono. Ia menambahkan bahwa komunitas Gerbang Alam siap mendukung upaya pelestarian hutan dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan jalur, termasuk pengaturan kunjungan, kebersihan, dan keamanan pendaki.
Perhutani menegaskan bahwa setiap pemanfaatan kawasan hutan harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dukungan terhadap pengembangan potensi desa akan terus diberikan selama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak bertentangan dengan fungsi utama kawasan hutan.
Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik antara Perhutani dan komunitas Gerbang Alam, diharapkan rencana pengembangan jalur pendakian Gunung Prau via Campurejo dapat dikaji secara matang. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya potensi wisata berbasis masyarakat yang aman, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Campurejo dan sekitarnya. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2025