KEDU UTARA, PERHUTANI (06/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melalui jajaran wilayah kerja Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dieng, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, melaksanakan koordinasi bersama pengelola basecamp wisata pendakian Gunung Bismo via Sikunang, yang berada dalam kawasan hutan Perhutani. Kegiatan ini, bertujuan untuk memastikan aspek keamanan pendakian serta kelayakan fasilitas basecamp, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Wonosobo, Senin, (06/04).

Koordinasi tersebut dihadiri oleh pengelola basecamp Gunung Bismo via Sikunang, bersama jajaran Perhutani, dengan fokus pembahasan pada kesiapan sarana dan prasarana pendukung keselamatan pendaki. Beberapa hal penting yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan alat komunikasi yang aktif, perlengkapan medis darurat, serta pengelolaan sampah dari aktivitas pendakian.

Perhutani, menegaskan bahwa basecamp sebagai pintu awal pendakian memiliki peran vital dalam memastikan keselamatan para pendaki. Oleh karena itu, seluruh fasilitas pendukung harus dalam kondisi siap dan berfungsi dengan baik guna mengantisipasi potensi risiko selama kegiatan pendakian berlangsung.

Administratur, KPH Kedu Utara, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa koordinasi ini, merupakan langkah preventif dalam menghadapi meningkatnya aktivitas pendakian, khususnya pada musim liburan serta tren pendakian yang semakin diminati berbagai kalangan.

“Perhutani, menekankan pentingnya kesiapan basecamp dalam memenuhi standar SOP, terutama terkait alat komunikasi, kesiapsiagaan medis, dan pengelolaan sampah. Hal ini, penting untuk mendukung keselamatan pendaki serta menjaga kelestarian kawasan hutan,” jelas Yossy.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti fenomena meningkatnya jumlah pendaki, termasuk pendaki pemula yang terdorong tren atau fenomena fear of missing out (FOMO). Menurutnya, kondisi ini, perlu diantisipasi dengan sistem registrasi yang lebih ketat dan selektif, terutama bagi pendaki dengan rencana tektok (naik-turun dalam satu hari) yang membutuhkan kondisi fisik prima.

“Registrasi pendaki harus diperketat, khususnya bagi pendaki tektok. Kegiatan tersebut membutuhkan kesiapan fisik dan perencanaan matang. Perhutani, mengimbau agar pengelola benar-benar melakukan screening guna meminimalisasi risiko kecelakaan,” tegasnya.

Selain itu, faktor cuaca ekstrem di wilayah Wonosobo juga menjadi perhatian serius dalam koordinasi tersebut. Perhutani meminta agar pengelola basecamp selalu memperbarui informasi cuaca dan memberikan edukasi kepada calon pendaki terkait potensi bahaya yang dapat terjadi, seperti hujan lebat, kabut tebal, hingga penurunan suhu ekstrem di kawasan pegunungan.

Sementara itu, pengelola basecamp Gunung Bismo via Sikunang, Nizar, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Perhutani, dalam meningkatkan standar pengelolaan pendakian. Pihaknya menyatakan komitmen untuk terus berbenah dan memastikan seluruh prosedur keselamatan dapat dijalankan secara optimal.

“Kami siap menindaklanjuti arahan dari Perhutani, termasuk dalam peningkatan fasilitas basecamp, pengetatan sistem registrasi, serta edukasi kepada para pendaki. Keselamatan pendaki menjadi prioritas utama kami,” ungkap Nizar.

Dalam hal pengelolaan sampah, pengelola juga akan memperkuat sistem kontrol dengan mewajibkan pendaki membawa kembali sampahnya serta melakukan pengecekan saat registrasi keluar. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan Gunung Bismo.

Melalui kegiatan koordinasi ini, Perhutani, KPH Kedu Utara, berharap terjalin sinergi yang kuat antara pengelola basecamp dan pihak terkait dalam menciptakan pendakian yang aman, tertib, dan bertanggung jawab. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan serta memberikan pengalaman pendakian yang aman dan nyaman bagi para pengunjung. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026