KEDU UTARA, PERHUTANI (26/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melakukan koordinasi bersama pengelola Basecamp Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang yang berlokasi di Jalan Tambi Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, dalam rangka meningkatkan keamanan jalur pendakian, kesiapan fasilitas basecamp, pengelolaan sampah pendakian, serta antisipasi peningkatan jumlah pendaki menjelang libur Hari Raya Iduladha pada Senin (25/05).
Kegiatan koordinasi tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif guna memastikan aktivitas wisata alam pendakian berjalan aman, nyaman, dan tetap memperhatikan kelestarian kawasan hutan yang menjadi jalur pendakian Gunung Sindoro. Selain itu, momentum libur panjang diperkirakan akan meningkatkan jumlah wisatawan maupun pendaki yang datang ke kawasan Sigedang.
Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah hal penting, di antaranya pengecekan jalur pendakian rawan, kesiapan pos pemantauan, kondisi fasilitas basecamp, ketersediaan tempat sampah, edukasi kepada pendaki terkait kebersihan kawasan hutan, hingga pengaturan arus pendaki agar tidak terjadi penumpukan maupun pendakian ilegal.
Wakil Administratur KPH Kedu Utara Bambang Setyawan menyampaikan bahwa koordinasi lintas pihak sangat penting dilakukan guna menciptakan tata kelola wisata alam yang aman sekaligus berkelanjutan.
Menurutnya, meningkatnya tren pendakian akibat fenomena “pendaki fomo” menjelang libur panjang perlu diantisipasi secara serius agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap keamanan pendaki maupun kelestarian kawasan hutan.
“Perhutani bersama pengelola basecamp dan pemerintah desa terus memperkuat koordinasi guna memastikan jalur pendakian aman dilalui, fasilitas pendukung memadai, serta pengelolaan sampah dapat berjalan baik. Perhutani juga mengimbau para pendaki agar mematuhi aturan pendakian dan menjaga kelestarian hutan dengan tidak membuang sampah sembarangan maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan,” ujar Bambang Setyawan.
Ia menambahkan bahwa keberadaan wisata pendakian Gunung Sindoro via Sigedang tidak hanya menjadi daya tarik wisata alam, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar apabila dikelola dengan baik dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Pengelola Basecamp Pendakian Sindoro via Sigedang Mualimin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Perhutani dalam menjaga keamanan serta kenyamanan jalur pendakian.
Menurutnya, menjelang libur Hari Raya Iduladha pihak basecamp telah melakukan sejumlah persiapan, mulai dari penataan area registrasi, penambahan fasilitas kebersihan, hingga peningkatan koordinasi dengan relawan dan warga sekitar.
“Kami bersama Perhutani terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para pendaki. Antisipasi lonjakan pengunjung saat libur panjang menjadi perhatian utama, termasuk pengelolaan sampah dan keamanan jalur pendakian agar pendaki merasa nyaman dan tetap tertib,” jelas Mualimin.
Kepala Desa Sigedang Mad Habib turut menyampaikan bahwa keberadaan jalur pendakian Gunung Sindoro via Sigedang memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat desa.
Ia mengatakan bahwa banyak warga kini memperoleh peluang pekerjaan dan tambahan penghasilan melalui aktivitas wisata pendakian, seperti membuka kios, warung makan, jasa ojek pendakian, hingga persewaan perlengkapan outdoor.
“Dengan berkembangnya wisata pendakian di Sigedang, masyarakat sangat merasakan manfaat ekonominya. Banyak warga yang terbantu karena terbukanya lapangan pekerjaan baru. Kami berharap pengelolaan wisata ini terus berjalan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Melalui koordinasi tersebut, Perhutani bersama seluruh pihak terkait berharap aktivitas pendakian Gunung Sindoro via Sigedang dapat berlangsung aman, tertib, nyaman, serta tetap menjaga kelestarian kawasan hutan sebagai aset alam yang harus dijaga bersama. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026