KEDU UTARA, PERHUTANI (31/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian kawasan hutan, bersama pengelola basecamp melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas wisata pendakian Gunung Sindoro via Sigedang. Kegiatan ini dilaksanakan di basecamp Sindoro via Sigedang yang berada di Jalan Tambi–Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, yang masuk dalam kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigedang Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo. Jumat (27/03)
Pemantauan dilakukan seiring meningkatnya jumlah pengunjung pada musim libur, khususnya pendaki “tektok” atau pendakian naik-turun dalam satu hari yang saat ini marak dilakukan. Fenomena pendaki musiman atau yang dikenal dengan istilah “FOMO” (fear of missing out) menjadi perhatian khusus karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan gangguan terhadap kelestarian hutan.
Sebelum melakukan pendakian, seluruh calon pendaki diwajibkan mengikuti proses pemeriksaan kelengkapan pendakian. Petugas bersama pengelola basecamp melakukan pengecekan perlengkapan standar seperti logistik, peralatan keselamatan, serta kondisi fisik pendaki. Selain itu, pendaki juga diberikan penjelasan terkait jalur pendakian, titik-titik pos, serta potensi risiko yang mungkin dihadapi selama perjalanan.
Tak hanya aspek keselamatan, edukasi terkait pengelolaan sampah juga menjadi fokus utama. Pendaki diimbau untuk membawa kembali sampah yang dihasilkan selama pendakian guna menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hutan. Pengelola basecamp dan Perhutani juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku selama berada di kawasan hutan.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam memastikan aktivitas wisata tetap berjalan aman dan berkelanjutan.
“Perhutani bersama pengelola basecamp terus berupaya meningkatkan pengawasan, khususnya pada momen libur panjang. Perhutani ingin memastikan bahwa setiap pendaki memiliki kesiapan yang baik serta memahami aturan yang berlaku, sehingga dapat meminimalisir risiko kecelakaan maupun kerusakan lingkungan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pengelola Basecamp Sigedang, Mualimin, menambahkan bahwa pihaknya turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada para pendaki, terutama yang baru pertama kali melakukan pendakian.
“Kami mengingatkan pendaki agar tidak hanya ikut-ikutan tren. Pendakian membutuhkan persiapan yang matang, baik fisik maupun mental. Selain itu, kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kelestarian gunung juga harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.
Dengan adanya sinergi antara Perhutani dan pengelola basecamp, diharapkan aktivitas wisata pendakian Gunung Sindoro via Sigedang dapat berjalan dengan aman, tertib, serta tetap menjaga kelestarian hutan sebagai aset penting bagi generasi mendatang. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)