KEDU UTARA, PERHUTANI (23/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Kedu Utara melaksanakan kegiatan monitoring pekerjaan bidang produksi kopal di wilayah Desa Wonoroto, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Sabtu (20/12). Kegiatan tersebut berada di kawasan Resort Pemangkuan Hutan Kalegen, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Magelang, sebagai upaya memastikan kegiatan penyadapan getah kopal berjalan sesuai ketentuan teknis, aman, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.

Monitoring dilakukan di Tempat Penimbunan hasil getah kopal. Getah kopal yang telah disadap oleh mitra sadapan dari masing-masing petak hutan dikumpulkan terlebih dahulu di Tempat Penimbunan sebelum diangkut oleh rekanan pembeli untuk didistribusikan ke tahap pengolahan berikutnya.

Administratur Perhutani KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring bertujuan untuk memastikan proses produksi kopal berjalan sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan, baik dari sisi teknis penyadapan, pengumpulan hasil, maupun aspek kelestarian hutan.

“Produksi getah kopal merupakan salah satu potensi hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar hutan. Melalui monitoring ini, Perhutani memastikan kegiatan sadapan dilakukan dengan benar, tidak merusak tegakan, serta tetap menjaga kelestarian sumber daya hutan,” ujar Administratur Perhutani KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra.

Ia menambahkan bahwa kegiatan penyadapan getah kopal juga menjadi bentuk sinergi antara Perhutani dan masyarakat desa sekitar hutan. Melalui keterlibatan mitra sadapan, masyarakat memperoleh tambahan penghasilan yang berkelanjutan tanpa mengubah fungsi kawasan hutan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara konsisten, tertib administrasi, serta memberikan manfaat ekonomi yang merata bagi para mitra sadapan, sekaligus mendukung produktivitas pengelolaan hutan,” tambahnya.

Sementara itu, rekanan pembeli getah kopal, Ratih, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan Perhutani. Menurutnya, kualitas getah kopal yang dihasilkan cukup baik karena proses penyadapan dilakukan secara terkontrol dan diawasi.

“Getah kopal yang dikumpulkan di Tempat Penimbunan memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Sistem pengumpulan yang tertata juga mempermudah proses pengangkutan sehingga lebih efisien,” ungkap Ratih.

Melalui kegiatan monitoring produksi kopal ini, Perhutani menegaskan komitmennya dalam mengelola potensi hutan secara lestari, produktif, serta berorientasi pada pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri
Copyright © 2025