KENDAL, PERHUTANI (11/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sojomerto melakukan kunjungan ke Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sebagai bentuk penguatan sinergi dalam pelaksanaan program tata kelola pemanfaatan kawasan hutan oleh masyarakat marginal, Kamis (11/06).

Hadir dalam kegiatan silaturahmi tersebut Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sojomerto, Susharyono; para Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) di wilayah BKPH Sojomerto; Kepala Urusan Teknik Kehutanan BKPH Sojomerto; serta Kepala Urusan Tata Usaha BKPH Sojomerto. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Desa Kedungasri, Heru Susanto, beserta perangkat desa dan perwakilan lembaga desa.

Administratur KPH Kendal, Muhadi, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sojomerto, Susharyono, menyampaikan bahwa tujuan silaturahmi tersebut adalah untuk memperkuat sinergi antara Perhutani BKPH Sojomerto dan Pemerintah Desa Kedungasri dalam rangka berkolaborasi melaksanakan program tata kelola pemanfaatan kawasan hutan oleh masyarakat marginal, khususnya masyarakat Desa Kedungasri.

“Tujuan dari silaturahmi ini tidak lain adalah untuk memperkuat sinergi antara Perhutani BKPH Sojomerto dan Pemerintah Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum, dalam rangka kolaborasi pelaksanaan program tata kelola pemanfaatan kawasan hutan oleh masyarakat marginal, khususnya masyarakat Desa Kedungasri,” ujar Susharyono.

Menurutnya, silaturahmi akan memberikan banyak manfaat bagi semua pihak. Selain dapat saling mengenal, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memahami tugas dan kewenangan masing-masing sebagai aparatur negara sehingga tercipta sinergi dalam pelaksanaan pengelolaan kawasan hutan.

“Dengan bersilaturahmi, kita dapat saling mengenal dan memahami tugas serta kewenangan masing-masing sehingga dapat terus bersinergi dalam melaksanakan pengelolaan kawasan hutan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungasri, Heru Susanto, menyambut baik kunjungan Perhutani BKPH Sojomerto beserta rombongan. Ia mengapresiasi langkah Perhutani yang telah membuka ruang diskusi terkait program tata kelola pemanfaatan kawasan hutan oleh masyarakat.

“Kami mengapresiasi Perhutani, khususnya BKPH Sojomerto, yang telah melakukan silaturahmi ke Desa Kedungasri untuk membahas program tata kelola pemanfaatan kawasan hutan oleh masyarakat. Kami sangat berterima kasih kepada Perhutani yang telah memberikan ruang kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan pemanfaatan kawasan hutan. Artinya, masyarakat diperbolehkan mengoptimalkan kawasan hutan sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat,” tutur Heru.

Ia menambahkan bahwa adanya ruang pemberdayaan tersebut memungkinkan pemerintah desa untuk memberikan dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Pihaknya juga berharap dapat berkolaborasi dengan dinas terkait agar masyarakat memperoleh pendampingan dalam pemanfaatan kawasan hutan, baik untuk budi daya tanaman maupun peternakan.

“Dengan adanya ruang pemberdayaan ini, kami dapat memberikan dukungan anggaran yang bersumber dari APBDes. Harapan kami, kegiatan pemberdayaan ini dapat dikolaborasikan dengan dinas terkait agar masyarakat mendapatkan pendampingan dalam pemanfaatan kawasan hutan untuk budi daya tanaman maupun peternakan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Heru berharap kolaborasi antara pemerintah desa dan Perhutani tidak hanya terbatas pada aspek pemanfaatan kawasan hutan, tetapi juga mencakup pengamanan dan perlindungan hutan.

“Kami siap berkolaborasi tidak hanya dalam sistem pemanfaatan kawasan hutan, tetapi juga dalam pengamanan dan perlindungannya. Tujuan kami bukan semata-mata untuk mencari tambahan penghasilan, melainkan juga untuk menjaga dan mempertahankan kelestarian kawasan hutan demi masa depan anak cucu kita,” ujarnya. (Kom-PHT/Knd/Mwn)

Editor: Tri

Copyright © 2026