KENDAL, PERHUTANI (23/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal, menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), di lingkungan tebangan dan Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Subah, yang berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jatisari Selatan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Subah, Rabu, (22/04).
Penerapan K3, dilakukan melalui kegiatan monitoring rutin guna memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja. Fokus utama kegiatan ini adalah perlindungan tenaga lapangan melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), yang ketat serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
Administratur, KPH Kendal, Muhadi, menyampaikan bahwa setiap pekerja tebangan dan petugas di TPK, wajib menggunakan APD standar, untuk melindungi diri dari risiko kecelakaan kerja. Peralatan tersebut meliputi helm keselamatan untuk melindungi kepala dari benturan, sepatu keselamatan guna mencegah cedera pada kaki, rompi reflektor untuk meningkatkan visibilitas, serta sarung tangan dan masker, khususnya bagi operator chainsaw, dan tenaga angkut.
Penerapan K3, di TPK, difokuskan pada pengelolaan logistik dan penggunaan alat berat, termasuk prosedur keselamatan saat proses pemuatan kayu ke truk pengangkut, baik menggunakan alat bantu maupun tenaga manusia. Selain itu, inspeksi dilakukan secara berkala maupun mendadak oleh jajaran pengawas dan Administratur, KPH Kendal, untuk memastikan kedisiplinan penggunaan APD.
Perhutani, juga secara rutin menyelenggarakan kegiatan edukasi bagi tenaga tebang dan mitra kerja terkait manajemen risiko serta simulasi tanggap darurat. Selain itu, dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi tenaga lapangan di TPK, guna memastikan kondisi fisik tetap prima saat bekerja. Upaya ini sejalan dengan target zero accident atau nihil kecelakaan kerja di seluruh unit pengelolaan hutan.
Salah satu tenaga TPK Subah, Parlan, menyampaikan apresiasinya kepada Perhutani, KPH Kendal, atas perhatian terhadap keselamatan kerja para pekerja.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani, karena keselamatan kerja bagi kami sangat penting. Dengan menggunakan APD seperti helm, sepatu, rompi, sarung tangan, dan masker, kami merasa lebih aman saat bekerja. Selain itu, perhatian terhadap kesehatan tenaga kerja juga sangat kami rasakan,” ungkapnya.
Ia, berharap Perhutani, dapat terus mempertahankan komitmen dalam penerapan K3, sehingga mampu meminimalkan risiko kecelakaan kerja sekaligus memberikan kontribusi positif bagi keselamatan tenaga kerja dan masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Kdl/Tmy).
Editor: Tri
Copyright © 2026