MADIUN, PERHUTANI (26/08/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun menggelar Apel Sinergitas dan Simulasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama para stakeholder di petak 98C, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tulung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Somoroto, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Selasa (26/8).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KBKPH) Somoroto Basuki Rahmat, KBKPH Sampung Angganata Rona S, Kapolsek Sampung AKP Agus Suprianto, Danramil Sampung Kapten Inf Purwanto, segenap Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) di BKPH Somoroto & Sampung, anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Harapan Jaya & Wana Jaya, serta masyarakat sekitar kawasan hutan.

Kegiatan ini merupakan langkah edukatif yang diambil Perhutani untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman masyarakat terhadap bahaya Karhutla, terutama pada musim kemarau yang memiliki risiko tinggi. Dalam kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman agar tidak melakukan pembakaran semak, serasah, atau membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran.

Administratur Perhutani KPH Madiun, Panca Putra M. Sihite melalui KBKPH Somoroto, Basuki Rahmat menyampaikan pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk mencegah Karhutla. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga hutan dari bahaya api, khususnya di musim kemarau.

“Sosialisasi ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara Perhutani, aparat keamanan, dan masyarakat. Pencegahan kebakaran hutan harus dimulai dari edukasi dan pemahaman bersama. Harapan kami, masyarakat turut aktif menjaga hutan agar tetap lestari dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sampung AKP Agus Suprianto menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan Karhutla yang dilakukan oleh Perhutani.

“Kami menghimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika terjadi pelanggaran, tentu ada konsekuensi hukum yang harus dihadapi. Mari bersama-sama jaga lingkungan dan hindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan dampak negatif dari Karhutla, dan turut aktif dalam menjaga serta melestarikan kawasan hutan demi keseimbangan lingkungan yang berkelanjutan. (Kom-PHT/Mdn/Adl)

 

Editor:Lra
Copyright©2025