MADIUN, PERHUTANI (24/02/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun mendampingi tim Komando Distrik Militer (Kodim) Ponorogo dan Komando Rayon Militer (Koramil) Sampung dalam kegiatan survei lapangan rencana lokasi Batalyon Infantri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) seluas ±60 hektare di Petak 75 dan 61 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sampung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sampung, Senin (23/2).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dandim Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra beserta jajaran, Wakil Administratur Madiun Selatan Agus Suhendar, Danramil Sampung Kapten Inf. Purwanto, Kepala BKPH Sampung Angganata Rona S. beserta jajaran.

Survei lapangan ini merupakan bagian dari tahapan awal pelaksanaan program pemerintah dalam rangka mendukung penguatan ketahanan pangan nasional. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lapangan, aksesibilitas, serta kesesuaian lahan untuk mendukung rencana pembangunan dan pengelolaan kawasan.

Administratur KPH Madiun, Rusydi, melalui Wakil Administratur Madiun Selatan, Agus Suhendar, menyampaikan bahwa Perhutani pada prinsipnya siap mendukung program strategis pemerintah, sepanjang tetap mengedepankan aspek kelestarian hutan dan ketentuan yang berlaku.

“Kami menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk kolaborasi antara Perhutani dan TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Namun demikian, setiap pemanfaatan kawasan hutan harus tetap mengacu pada regulasi serta memperhatikan prinsip pengelolaan hutan lestari,” ujar Agus.

Sementara itu, Dandim Ponorogo, Letkol Arah Farauk Saputra, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam program ini merupakan wujud komitmen mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam memperkuat sektor pangan dan pembangunan teritorial.

“Kami berharap melalui survei ini dapat diperoleh lokasi yang tepat dan sesuai ketentuan, sehingga program Yonif Teritorial Pembangunan dapat berjalan optimal serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” singkatnya. (Kom-PHT/Mdn/Adl)