MADIUN, PERHUTANI (06/03/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun mendampingi tim Komando Distrik Militer (Kodim) 0804/Magetan bersama tim Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam kegiatan survei lokasi rencana program pemerintah pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gangsiran, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sampung, Jum’at (6/3).

Hadir dalam kegiatan, Pasiter Kodim 0804/Magetan Kapten Sunaryo, Danramil Parang Kapten Inf Joko Priyadi, Kapolsek Parang AKP Sukarno, Plt. Camat Parang Mujayin, Kepala BKPH Sampung Angganata Rona S.P., Kepala Sub Seksi Pengembangan Bisnis Sukadi, Kepala RPH Gangsiran David Iswahono, Kepala Desa Mategal Heru Cahyono, Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Madiun, surveyor, konsultan, serta Ketua LMPSDH Yosowono Agus Dwi beserta anggota.

Dalam kegiatan tersebut, tim melaksanakan survei lapangan di Petak 32 yang meliputi petak 32a, 32b1, 32b2, 32b3, 32c, 32f, dan 32h RPH Gangsiran BKPH Sampung dilanjutkan pengukuran serta pembatasan lokasi oleh tim surveyor dan konsultan sebagai bagian dari tahapan awal perencanaan.

Administratur/KKPH Madiun, Rusydi, di tempat terpisah menyampaikan bahwa Perhutani pada prinsipnya mendukung program strategis pemerintah, namun tetap mengedepankan mekanisme serta ketentuan pengelolaan kawasan hutan yang berlaku.

“Perhutani telah memberikan masukan usulan untuk lokasi, namun dari pihak TNI tentunya akan lebih mengerti kebutuhannya seperti apa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Tim dari Kementerian Pertahanan, Tumin, menyampaikan bahwa kegiatan survei ini merupakan bagian dari proses pengkajian awal untuk mendukung rencana pembentukan Batalyon Pertanian sebagai program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung jalannya proses rencana pembangunan Yonif TP di wilayah Magetan. Kegiatan survei ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan dan kesesuaian lokasi yang direncanakan. Hasil dari survei ini nantinya akan menjadi bahan kajian lebih lanjut dalam proses perencanaan pembangunan Batalyon,” tandasnya. (Kom-PHT/Mdn/Adl)