MADIUN, PERHUTANI (12/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun mengikuti rapat pembukaan (opening meeting) penilaian realisasi Rencana Teknik Tahunan (RTT) Tahun 2025 atas pengelolaan hutan lindung dan hutan produksi yang diselenggarakan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Pacitan sebagai bentuk evaluasi capaian kegiatan dan kesesuaian dengan regulasi serta prinsip kelestarian, bertempat di Ruang Rapat CDK Wilayah Pacitan, Ponorogo, Senin (09/2).
Rapat dihadiri Kepala CDK Wilayah Pacitan Wardoyo, Administratur Perhutani KPH Madiun Rusydi, Administratur Perhutani KPH Lawu Ds Adi Nugroho, Kepala Perencanaan Hutan Wilayah (PHW) II Madiun Rani Maharto, beserta jajaran masing-masing.
Kegiatan dibuka oleh Kepala CDK Wilayah Pacitan, dilanjutkan dengan pemaparan rencana dan realisasi RTT Pengelolaan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Tahun 2025 oleh KPH Madiun dan KPH Lawu Ds. Agenda kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel sebagai ruang klarifikasi dan pendalaman terhadap capaian maupun kendala pelaksanaan di lapangan.
Administratur KPH Madiun, Rusydi, menyampaikan bahwa evaluasi RTT merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh kegiatan pengelolaan hutan berjalan sesuai perencanaan, regulasi, dan prinsip kelestarian.
“Melalui evaluasi ini, kami dapat mengukur sejauh mana pelaksanaan kegiatan telah sesuai dengan rencana, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki. KPH Madiun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan agar pengelolaan hutan lindung maupun hutan produksi semakin optimal dan akuntabel,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala CDK Wilayah Pacitan, Wardoyo, dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan evaluasi RTT bukan semata-mata penilaian administratif, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan dan penguatan tata kelola kehutanan.
“Evaluasi ini bertujuan memastikan bahwa pengelolaan hutan lindung dan hutan produksi dilaksanakan sesuai ketentuan serta tetap menjaga fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi hutan. Sinergi antara CDK, Perhutani, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” tegasnya. (Kom-PHT/Mdn/Adl).
Editor:Lra
Copyright©2026