"Loading..."

Perhutani KPH Pati Gelar Opening Meeting Audit Controlled Wood

PATI, PERHUTANI (01/09/2020) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati melakukan opening meeting Audit Surveillance Forest Stewardship Council (FSC) Controlled Wood siklus-2 yang dilaksanakan oleh PT. Standard Global Services (SGS) Indonesia selama tiga hari pada 31 Agustus – 2 September 2020, bertempat di aula serbaguna kantor KPH Pati, Senin (31/08).

Hadir dalam acara tersebut tim pendamping dari Divisi Regional Jateng, Expert Madya Kesisteman & IT Divisi Iskak Pratomo Suprihadi, Administratur KPH Pati Edrian Sunardi, segenap PIC kantor KPH Pati, serta perwakilan dari Perencanaan Hutan Wilayah (PHW) IV Rembang.

Administratur KPH Pati, Edrian Sunardi kepada Auditor PT. SGS memperkenalkan seluruh jajarannya serta memberikan penjelasan mengenai kegiatan pengelolaan hutan di KPH Pati. Edrian mengharapkan audit FSC Controlled Wood dapat berjalan lancar sesuai apa yang diharapkan oleh tim auditor surveillance dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara Leader Head Auditor, Furry Milano mengatakan bahwa ada lima kriteria yang harus dipatuhi oleh Perhutani KPH Pati, pertama mengenai sirkulasi penjualan kayu yang harus diketahui asal usulnya atau tidak diperkenankan melakukan penebangan pohon secara ilegal (illegal logging). Kedua, tidak diperkenankan menebang pohon di daerah konflik yang belum terselesaikan masalahnya atau melanggar hak-hak sipil atau tradisional. Ketiga, tidak merusak pada areal kawasan hutan dengan konservasi tinggi baik hutan primer maupun hutan sekunder. Keempat, tidak mengkonvensi hutan alam dan kelima tidak mengelola hutan dengan tanaman rekayasa genetik.”

“Target utama tim auditor adalah melakukan cek administrasi bidang Perencanaan, Produksi dan Keuangan di hari kedua, sedangkan di hari terakhir tim melakukan verifikasi pada bidang Sosial Lingkungan, HKTA.” imbuhnya.

Auditor dan tim pendamping kemudian melakukan tinjauan lapangan pada lokasi bekas tebangan wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sukolilo, BKPH Kuwawur, dan BKPH Lunggoh serta melakukan wawancara bersama stakeholder sebelum melakukan evaluasi. (Kom-PHT/Pti/Sgt)

Editor : Ywn
Copyright©2020