PATI, PERHUTANI (13/03/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati, melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev), Kerjasama Pemanfaatan Hutan untuk tanaman agroforestry tahun 2025, di Petak 89B, wilayah Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kembang, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Klumobangsri, Jumat, (13/03).

Kegiatan monev, dilakukan secara rutin untuk memastikan operasional berjalan sesuai aturan, aman, dan efisien. Fokus evaluasi mencakup tanaman tahunan, wisata, agroforestry, serta produksi getah pinus dengan melibatkan mitra lokal seperti Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan mitra kerja sama lainnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH), KPH Pati, Syahari, bersama Tim Pengembangan Bisnis KPH Pati; Kepala BKPH Klumobangsri, Sumanto; Direktur PT. Adhiniaga Praspekta Investama, Edi Hartono; serta perwakilan LMDH.

Dalam monev, dilakukan pengecekan di lapangan terhadap tanaman jagung tahun 2025 di Petak 89B, RPH Kembang, Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Jepara. Pengecekan meliputi tingkat keberhasilan tumbuh, kerapatan tanaman, kondisi pemeliharaan, serta faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Kepala Seksi PSDH, KPH Pati, Syahari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari evaluasi keberhasilan program penanaman hutan berkelanjutan melalui kerjasama sesuai Peraturan Direktur (Perdir) 06/2024. Hal ini bertujuan agar pengelolaan produksi dan kelestarian hutan dapat tercapai secara seimbang.

“Harapan dari Perdir 06/2024, adalah Perhutani ,KPH Pati, dapat memperoleh fix sharing, sehingga pendapatan Perhutani dapat tercapai sesuai target. Kebijakan ini memberikan keseimbangan antara Badan Usaha dan masyarakat sekitar hutan, yang difasilitasi melalui Perdir 13/2023, untuk pengembangan usaha bisnis-to-bisnis dengan Perhutani dalam pemanfaatan lahan kawasan hutan kelola Perhutani,” jelas Syahari.

Ia, menambahkan, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan dilakukan melalui LMDH, atau Kelompok Tani Hutan (KTH), sebagai wadah kelembagaan desa.

“Kegiatan pengecekan tanaman ini, dilaksanakan untuk memastikan bahwa tanaman kerjasama dapat tumbuh dan berhasil, sambil tetap memperhatikan tanaman kehutanan yang ada, karena tanaman jagung agroforestry saat ini sudah memasuki masa panen,” tambahnya.

Direktur PT. Adhiniaga Praspekta Investama, Edi Hartono, menyampaikan apresiasi atas kerjasama ini.

“Kami berterima kasih kepada Perhutani, yang telah berkenan melakukan kerjasama tanaman agroforestry. Program ini, membantu menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan, sebagai petani hutan. Kami siap mendukung pemeliharaan tanaman kehutanan, memperkuat sinergi antara Perhutani, dan masyarakat, serta menjaga keamanan kawasan hutan demi keberhasilan tanaman dan kelestarian hutan di Desa Kancilan,” pungkasnya. (Kom-PHT/Pti/Rsw)

Editor: Tri

Copyright © 2026