PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (09/12/2025) | Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur, bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) atau masyarakat Pesanggem Dukuh Kroyakan, Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, melaksanakan kegiatan penaburan benih tanaman pinus pada Senin, 8 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan ketersediaan bibit berkualitas serta mendukung keberhasilan program penanaman kembali (reboisasi) pada tahun anggaran 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lahan persemaian rakyat di sekitar Dukuh Kroyakan, tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Madya Bidang Pembinaan Sumber Daya Hutan KPH Pekalongan Timur bersama anggota Pesanggem setempat. Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama Perum Perhutani dan masyarakat dalam menjaga kelestarian dan produktivitas hutan.
Administratur KPH Pekalongan Timur, melalui kepada Kepala Seksi Madya Bidang Pembinaan Sumber Daya Hutan KPH Pekalongan Timur, Yohan Haryanto, menyampaikan bahwa penaburan benih merupakan investasi jangka panjang. Dengan keterlibatan langsung Pesanggem Kroyakan, bibit yang dihasilkan diharapkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga tumbuh dengan perawatan terbaik karena adanya rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama.
“Target kami adalah keberhasilan penanaman pohon pinus pada tahun 2026 untuk menjamin kelangsungan fungsi ekologi hutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hasil hutan non-kayu di masa depan,” ujarnya.
Masyarakat Pesanggem Dukuh Kroyakan memiliki peran sentral dalam proses persiapan media tanam, penaburan benih, hingga pemeliharaan bibit di persemaian. Mereka menjadi mitra utama KPH Pekalongan Timur, dalam mewujudkan target penanaman tersebut.
Ketua Kelompok Tani Hutan yang juga pesanggem Dukuh Kroyakan, Fadoli, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat dapat belajar langsung teknik penaburan yang benar sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab yang lebih besar. Ia berharap bibit pinus yang ditabur dapat tumbuh subur dan menjadi hutan pinus yang lestari bagi generasi mendatang.
Benih pinus yang digunakan merupakan varietas unggul yang telah melalui proses seleksi ketat. Persemaian diperkirakan berlangsung selama 8–10 bulan sebelum bibit siap ditanam pada musim penghujan tahun 2026.
Program ini juga mendukung upaya mitigasi bencana alam, karena tanaman pinus memiliki sistem perakaran kuat yang mampu mencegah erosi serta tanah longsor, dan sekaligus berperan penting dalam konservasi air.
KPH Pekalongan Timur, menegaskan bahwa pendampingan dan monitoring akan dilakukan secara intensif. Diharapkan, sinergi yang terbangun dapat menjadi model kolaborasi antara pengelola hutan dan masyarakat dalam mewujudkan kelestarian hutan dan kemandirian ekonomi.
(Kom-PHT/Pkt/Ran)
Editor: Tri
Copyright © 2025