PPEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (01/04/2026) │ Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Istri Karyawan (IIK) Perhutani yang ke-6, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menggelar kegiatan pengajian dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya mempererat kebersamaan di lingkungan keluarga besar Perhutani. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, dihadiri oleh jajaran manajemen, anggota IIK Perhutani, serta karyawan KPH Pekalongan Timur.
Acara ini dipimpin langsung oleh Administratur KPH Pekalongan Timur, Sugeng Bowo Leksono, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya peran Ikatan Istri Karyawan Perhutani dalam mendukung keberhasilan tugas dan tanggung jawab suami sebagai bagian dari insan Perhutani.
Dalam sambutannya, Sugeng Bowo Leksono menyampaikan bahwa peringatan HUT IIK Perhutani ke-6 tidak hanya menjadi ajang seremonial semata, namun juga sebagai momentum refleksi bagi seluruh anggota IIK untuk terus meningkatkan kontribusi dalam mendukung ketahanan keluarga serta membangun lingkungan sosial yang harmonis.
“Ikatan Istri Karyawan Perhutani memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja karyawan. Keharmonisan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan tugas di lapangan. Oleh karena itu, keberadaan IIK diharapkan terus memberikan dampak positif,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa selama ini IIK Perhutani KPH Pekalongan Timur telah menunjukkan eksistensinya melalui berbagai kegiatan sosial, pembinaan keluarga, serta peran aktif dalam mendukung program-program perusahaan. Ke depan, diharapkan IIK semakin solid, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.
Kegiatan pengajian dalam rangka HUT IIK Perhutani ke-6 ini menghadirkan Kyai Achmad Subechi sebagai penceramah. Dalam tausiahnya, beliau mengajak seluruh peserta untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjadikan keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun kehidupan yang seimbang antara dunia dan akhirat.
Ia menekankan bahwa peran seorang istri sangat besar dalam menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, penuh kasih sayang, serta mampu menjadi sumber kekuatan bagi suami dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Seorang istri bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penyeimbang dan penguat dalam kehidupan keluarga. Dengan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, maka akan lahir ketenangan dan keberkahan dalam bekerja,” tutur Kyai Achmad Subechi.
Lebih lanjut, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, saling mendukung, serta menanamkan nilai-nilai keikhlasan dalam setiap peran yang dijalankan, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan seluruh keluarga besar Perhutani, serta kemajuan Ikatan Istri Karyawan Perhutani di masa yang akan datang. Doa juga dipanjatkan agar seluruh jajaran KPH Pekalongan Timur senantiasa diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Suasana penuh kekhusyukan terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh antusias dan harapan, menjadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat tali silaturahmi antar anggota.
Selain sebagai wujud rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan di antara anggota IIK Perhutani. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan dapat tercipta lingkungan keluarga yang sehat, sejahtera, dan saling mendukung.
Melalui peringatan HUT IIK Perhutani ke-6 ini, KPH Pekalongan Timur berkomitmen untuk terus mendorong peran aktif organisasi IIK dalam berbagai kegiatan positif, baik di lingkungan internal maupun dalam kehidupan sosial masyarakat. Sinergi antara karyawan dan keluarga diharapkan mampu menjadi kekuatan dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kekeluargaan yang terus dijaga, Ikatan Istri Karyawan Perhutani diharapkan semakin maju, berdaya, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Perhutani di masa mendatang. (Kom-PHT/Pkt/Ran)