PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (01/04/2026) │ Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Perum Perhutani ke-65, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menggelar kegiatan pengajian dan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Perum Perhutani dalam mengelola sumber daya hutan secara lestari dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan penuh khidmat dan diikuti oleh jajaran manajemen, karyawan, serta mitra kerja di lingkungan KPH Pekalongan Timur.
Acara ini dipimpin langsung oleh Administratur KPH Pekalongan Timur, Sugeng Bowo Leksono. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peringatan HUT Perum Perhutani ke-65 merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi, evaluasi, serta memperkuat komitmen seluruh insan Perhutani dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menambahkan bahwa selama 65 tahun, Perum Perhutani telah menunjukkan eksistensinya sebagai pengelola hutan negara yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mengedepankan aspek sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengajian dan doa bersama ini, diharapkan seluruh jajaran dapat semakin memperkuat nilai-nilai spiritual dalam menjalankan tugas.
“Dengan bertambahnya usia Perum Perhutani yang ke-65 ini, mari kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kinerja, menjaga integritas, serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Sugeng Bowo Leksono.
Kegiatan pengajian ini menghadirkan Kyai Achmad Subechi yang memberikan tausiah kepada seluruh peserta. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh insan Perhutani untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan kesempatan yang diberikan, serta menanamkan nilai keikhlasan dan tanggung jawab dalam setiap pekerjaan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga amanah dalam mengelola hutan sebagai titipan generasi mendatang. Menurutnya, keberhasilan suatu organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kekuatan spiritual dan kebersamaan dalam menjalankan tugas.
“Keberkahan dalam bekerja akan hadir apabila kita melaksanakan tugas dengan niat yang tulus, penuh keikhlasan, serta selalu mengedepankan nilai kejujuran,” tutur Kyai Achmad Subechi dalam tausiahnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kelancaran operasional, serta kemajuan Perum Perhutani di masa yang akan datang. Suasana penuh kekhusyukan tampak menyelimuti seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat.
Selain sebagai bentuk ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar karyawan dan mitra kerja. Dengan terjalinnya kebersamaan yang kuat, diharapkan KPH Pekalongan Timur dapat terus meningkatkan sinergi dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
Melalui peringatan HUT Perum Perhutani ke-65 ini, KPH Pekalongan Timur berkomitmen untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pengelolaan hutan, serta memperkuat peran sosial dalam pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai spiritual yang terus dijaga, Perhutani diharapkan mampu menghadapi tantangan ke depan dan tetap menjadi garda terdepan dalam pengelolaan hutan lestari di Indonesia. (Kom-PHT/Pkt/Ran)