PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (23/02/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Paninggaran, menggelar kegiatan piket keamanan hutan pada Sabtu, (21/02) sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kelestarian kawasan dari berbagai potensi gangguan keamanan hutan (gukamhut). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kandangserang, Rifqi Ardiansyah, mewakili Administratur, KPH Pekalongan Timur.
Kegiatan piket keamanan hutan dilaksanakan secara terpadu dengan menyisir sejumlah titik rawan di wilayah BKPH Paninggaran, khususnya petak-petak yang berbatasan langsung dengan lahan garapan masyarakat serta jalur akses yang berpotensi digunakan untuk aktivitas ilegal. Petugas melaksanakan patroli dialogis, pengecekan kondisi tanaman, monitoring batas kawasan, serta memastikan tidak adanya aktivitas penebangan liar, perambahan, maupun penggembalaan liar di dalam kawasan hutan.
Dalam pelaksanaannya, BKPH Paninggaran, menggandeng Kelompok Tani Sadap, sebagai mitra kerja Perhutani, di lapangan. Sinergi ini, menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengamanan berbasis partisipasi masyarakat (community based security). Salah satu anggota Kelompok Tani Sadap, yang turut hadir dan aktif dalam kegiatan tersebut adalah Cahyono, yang selama ini berperan sebagai penyadap di wilayah setempat.
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kandangserang, Rifqi Ardiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan piket keamanan hutan merupakan langkah preventif yang rutin dilakukan guna menekan potensi gukamhut.
“Pengamanan hutan tidak bisa hanya dilakukan oleh petugas Perhutani. Diperlukan dukungan dan keterlibatan masyarakat sekitar hutan, termasuk para penyadap, agar pengawasan berjalan lebih efektif dan menyeluruh,” ungkapnya.
Ia, menambahkan bahwa para penyadap, merupakan mitra terdekat yang setiap hari berada di dalam kawasan hutan sehingga memiliki peran strategis dalam memberikan informasi awal apabila ditemukan indikasi gangguan keamanan. Melalui komunikasi yang intens dan hubungan yang harmonis, diharapkan tercipta sistem deteksi dini yang mampu mencegah kerugian lebih besar.
Selain patroli, kegiatan juga diisi dengan dialog bersama anggota Kelompok Tani Sadap, untuk menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai sumber mata pencaharian bersama. Dalam kesempatan tersebut, petugas mengingatkan agar seluruh penyadap tetap mematuhi ketentuan yang berlaku, menjaga kebersihan kawasan, serta tidak membuka lahan baru tanpa izin.
Cahyono, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan Kelompok Tani Sadap, dalam kegiatan piket keamanan hutan.
Ia, menegaskan bahwa para penyadap memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga hutan tetap lestari.
“Apabila hutan aman dan terjaga, kami juga yang merasakan manfaatnya. Karena itu, kami siap mendukung kegiatan pengamanan hutan bersama Perhutani,” ujarnya.
Dengan dilaksanakannya kegiatan piket keamanan hutan ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah BKPH Paninggaran, tetap kondusif. Perhutani, bersama masyarakat, berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian hutan sehingga fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi hutan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi sekarang maupun mendatang. (Kom-PHT/Pkt/Ran)
Editor: Tri
Copyright © 2026