Hadir sebagai narasumber utama dalam seminar tersebut, Wakil Administratur, KPH Pekalongan Timur, Toto Suwaranto, menyampaikan materi bertajuk economic green, atau ekonomi hijau. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa konsep ekonomi hijau merupakan pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan aspek kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sosial. Menurutnya, sektor kehutanan memiliki peran strategis dalam implementasi ekonomi hijau karena hutan merupakan sumber daya vital yang harus dijaga keseimbangannya.
Lebih lanjut, Wakil Administratur, KPH Pekalongan Timur, Toto Suwaranto, memaparkan berbagai program yang telah dijalankan dalam mendukung konsep tersebut, di antaranya pengelolaan hutan berbasis kelestarian, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu seperti getah pinus dan madu hutan, serta pengembangan ekowisata yang melibatkan masyarakat sekitar hutan.
Ia, juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Perhutani, masyarakat, dan pihak akademisi dalam menciptakan model pengelolaan hutan yang adaptif terhadap perubahan zaman serta tantangan lingkungan global.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Administratur, KPH Pekalongan Timur, Toto Suwaranto, juga mengajak para mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berkontribusi melalui ide, inovasi, serta penelitian yang dapat mendukung keberlanjutan sektor kehutanan.
Ia, menegaskan, “Generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi kreatif dalam menjawab isu-isu lingkungan, seperti perubahan iklim, deforestasi, dan degradasi hutan.”
Kegiatan seminar ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Koperasi Mahasiswa, Ayu Dwi Srikanthi, beserta jajaran pengurus dan mahasiswa dari berbagai program studi. Dalam sambutannya, Ayu Dwi Srikanthi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Perhutani, sebagai narasumber yang telah memberikan wawasan baru dan inspiratif bagi mahasiswa.
Ia, berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pertukaran ilmu antara praktisi dan akademisi.
Seminar berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, khususnya terkait implementasi ekonomi hijau di tingkat lapangan, tantangan dalam pengelolaan hutan, serta peluang pengembangan usaha berbasis kehutanan yang ramah lingkungan. Diskusi yang terjadi menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu-isu keberlanjutan dan ekonomi hijau.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Perhutani, KPH Pekalongan Timur, dan dunia pendidikan, khususnya Universitas Islam Negeri Abdurrahman Wahid, Pekalongan. Sinergi ini, diharapkan mampu melahirkan berbagai kolaborasi ke depan, baik dalam bentuk penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun program pemberdayaan berbasis kehutanan.
Perhutani, KPH Pekalongan Timur, berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam memberikan edukasi dan kontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan. Dengan melibatkan generasi muda sebagai mitra strategis, diharapkan konsep ekonomi hijau dapat diimplementasikan secara lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan, masyarakat, serta perekonomian daerah. (Kom-PHT/Pkt/Ran)