PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (10/03/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur, melaksanakan kegiatan rutin pengujian kualitas getah pinus, yang bertempat di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Sitatah, pada Senin, (09/03). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani, dalam menjaga mutu dan kualitas produksi getah pinus yang dihasilkan dari kawasan hutan wilayah kerja KPH Pekalongan Timur.

Kegiatan pengujian getah tersebut dilaksanakan sebagai salah satu tahapan penting untuk memastikan bahwa getah pinus yang dihasilkan oleh para penyadap memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelum diproses lebih lanjut oleh pihak pabrik pengolahan.

Dalam kegiatan ini, Administratur, KPH Pekalongan Timur, diwakili Penguji Tingkat I, Eko Purnomo, yang hadir secara langsung untuk memantau jalannya proses pengujian getah. Kehadiran pihak Perhutani, dalam kegiatan tersebut menunjukkan keseriusan dalam menjaga kualitas produksi getah pinus sekaligus memastikan proses pengujian berjalan dengan baik dan transparan.

Selain dari pihak Perhutani, kegiatan pengujian juga dihadiri oleh penguji dari Perhutani Pine Chemical Industry (PPCI) Pemalang, Ikhwan, yang turut melakukan proses pemeriksaan kualitas getah bersama tim di lapangan. Keterlibatan pihak penguji dari pabrik ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa standar mutu bahan baku yang diterima oleh pabrik benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan ini, juga melibatkan Kelompok Tani Sadap, yang diwakili Akhwan, bersama para anggota kelompok penyadap. Kehadiran kelompok tani sadap, dalam kegiatan pengujian ini bertujuan agar para penyadap, dapat mengetahui secara langsung proses penilaian kualitas getah yang mereka hasilkan sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas sadapan di lapangan.

Dalam proses pengujian tersebut, getah pinus yang telah dikumpulkan di TPG Sitatah, diperiksa secara teliti oleh tim penguji. Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam pengujian antara lain tingkat kebersihan getah, kadar air, serta kemungkinan adanya campuran kotoran seperti kulit kayu, tanah, atau benda lain yang dapat memengaruhi kualitas getah.

Proses pengujian ini sangat penting karena kualitas getah pinus sangat menentukan nilai produksi serta hasil pengolahan di pabrik nantinya. Dengan kualitas getah yang baik, proses pengolahan dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan produk turunan getah pinus yang berkualitas tinggi.

Penguji Tingkat I, Eko Purnomo, yang mewakili Administratur, KPH Pekalongan Timur, menyampaikan bahwa kegiatan pengujian getah pinus merupakan kegiatan rutin yang terus dilaksanakan sebagai bagian dari pengawasan mutu produksi di lapangan.

“Pengujian ini, merupakan salah satu langkah penting untuk memastikan kualitas getah pinus yang dihasilkan tetap terjaga sesuai standar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi bersama antara Perhutani, pihak pabrik, serta para penyadap agar kualitas produksi getah pinus terus meningkat,” ujarnya.

Ia, juga menambahkan bahwa kualitas getah pinus sangat dipengaruhi oleh teknik penyadapan serta kebersihan dalam proses pengumpulan getah. Oleh karena itu, para penyadap diharapkan selalu memperhatikan cara penyadapan yang baik dan benar agar kualitas getah tetap terjaga.

Sementara itu, penguji dari PPCI Pemalang, Ikhwan, menjelaskan bahwa kegiatan pengujian seperti ini sangat membantu dalam menjaga konsistensi kualitas bahan baku yang nantinya akan diproses di pabrik. Menurutnya, dengan adanya pengujian secara rutin di tingkat lapangan, kualitas getah yang masuk ke pabrik dapat lebih terkontrol.

“Melalui kegiatan pengujian ini, kami dapat mengetahui kualitas getah yang dihasilkan dari masing-masing wilayah sadapan. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa bahan baku yang diterima oleh pabrik memiliki standar mutu yang baik,” jelasnya.

Di sisi lain, perwakilan Kelompok Tani Sadap, Akhwan, menyampaikan bahwa para penyadap, merasa terbantu dengan adanya kegiatan pengujian ini karena mereka dapat mengetahui secara langsung kualitas getah yang dihasilkan. Hal ini sekaligus menjadi motivasi bagi para penyadap untuk terus meningkatkan kualitas hasil sadapan mereka.

Kegiatan pengujian getah pinus di TPG Sitatah, berlangsung dengan lancar dan penuh koordinasi antara Perhutani, pihak penguji dari PPCI Pemalang, serta Kelompok Tani Sadap. Sinergi antara berbagai pihak ini diharapkan dapat terus terjaga dalam rangka meningkatkan kualitas produksi getah pinus di wilayah KPH Pekalongan Timur.

Melalui kegiatan pengujian rutin seperti ini, Perhutani, berharap kualitas getah pinus yang dihasilkan di wilayah KPH Pekalongan Timur, dapat terus meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi perusahaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan yang menggantungkan penghidupannya dari kegiatan penyadapan getah pinus. (Kom-PHT/Pkt/Ran)

Editor: Tri

Copyright © 2026