PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (15/12/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Paninggaran melaksanakan kegiatan pembinaan langsung kepada para mitra penyadap getah pinus/kopal. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjaga kualitas produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) sekaligus memastikan keselamatan kerja, Rabu (12/12).
Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan di lokasi kerja sadapan wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kandangserang. Pembinaan dipimpin langsung oleh Kepala RPH Kandangserang dan diikuti oleh para penyadap getah pinus sebagai mitra kerja Perhutani.
Administratur Perhutani KPH Pekalongan Timur melalui Kepala BKPH Paninggaran Harjo Pramono menegaskan komitmennya untuk menjadikan pembinaan langsung di lapangan sebagai agenda rutin. Langkah ini dilakukan guna memperkuat sinergi antara Perhutani dan mitra kerja penyadap yang merupakan elemen vital dalam mendukung pengelolaan hutan lestari serta peningkatan kesejahteraan bersama.
Kepala RPH Kandangserang Rifqi Ardiansyah dalam arahannya menekankan dua hal utama, yaitu kualitas sadapan dan keselamatan kerja (K3). Ia mengingatkan para penyadap agar selalu menerapkan teknik penyadapan yang benar, termasuk memperhatikan kedalaman sayatan, sehingga tidak merusak pohon pinus/kopal. Menurutnya, kualitas getah yang baik sangat berpengaruh terhadap nilai jual serta keberlanjutan produksi HHBK.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja. Mengingat kondisi medan kerja di kawasan hutan yang memiliki potensi risiko cukup tinggi, para penyadap diminta untuk selalu menggunakan alat pelindung diri serta meningkatkan kewaspadaan saat bekerja guna meminimalisasi terjadinya kecelakaan kerja.
Produksi yang tinggi harus berjalan beriringan dengan kelestarian pohon dan keamanan pekerja. Kami berkomitmen penuh untuk mendukung para penyadap sebagai garda terdepan produksi HHBK agar dapat bekerja dengan aman, nyaman, dan menghasilkan produk yang berkualitas, ujar Rifqi Ardiansyah.
Salah satu penyadap senior Bagyo menyampaikan apresiasinya atas kegiatan pembinaan tersebut. Ia menilai pembinaan langsung di lapangan sangat bermanfaat, terutama dalam memberikan pemahaman terkait teknik sadap yang efektif dan aman.
Kami merasa diperhatikan. Arahan langsung dari Kepala RPH sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas sadapan sekaligus keselamatan kerja, ungkap Bagyo.
Ia menambahkan bahwa komunikasi yang terbuka antara penyadap dan pihak Perhutani sangat membantu dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di lapangan sehingga target produksi dapat tercapai dengan lebih baik. (Kom-PHT/Pkt/Ran)
Editor: Tri
Copyright © 2025