PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (13/03/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur, melakukan pemantauan kegiatan produksi kayu di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Randudongkal, pada Rabu, (11/03).

Kegiatan ini dilakukan menjelang libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, guna memastikan operasional produksi tetap berjalan lancar dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja para pekerja lapangan.

Pada kegiatan tersebut, Perhutani, KPH Pekalongan Timur, diwakili oleh Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata, Yohan Haryanto, yang hadir mewakili Administratur, KPH Pekalongan Timur. Dalam kegiatan pemantauan tersebut, ia didampingi Kepala BKPH Randudongkal beserta jajaran mandor lapangan.

Pemantauan dilakukan dengan meninjau langsung beberapa petak tebangan yang tengah aktif beroperasi. Pada kesempatan tersebut, Yohan Haryanto, mengamati secara langsung proses penebangan, mulai dari kegiatan penebangan pohon, pemotongan batang, hingga proses pengangkutan kayu menuju tempat pengumpulan sementara.

Administratur, KPH Pekalongan Timur, melalui Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata, Yohan Haryanto, menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan produksi berjalan sesuai dengan ketentuan teknis serta tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja, terutama menjelang libur Lebaran dan di tengah pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.

“Hari ini kami melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan kegiatan produksi berjalan dengan baik. Target produksi tetap harus tercapai, namun yang paling penting adalah keselamatan para pekerja. Jangan sampai karena mengejar target menjelang libur justru mengabaikan aspek keselamatan kerja,” ujarnya.

Selain memastikan kelancaran operasional produksi, Yohan Haryanto, juga menekankan pentingnya menjaga kualitas hasil tebangan agar sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan. Menurutnya, produktivitas tidak hanya diukur dari volume kayu yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas hasil tebangan yang tetap memenuhi standar sehingga memiliki nilai ekonomi yang optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Yohan Haryanto, juga berdialog langsung dengan salah satu tenaga tebang di lapangan, Ramono. Dialog tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi kerja para tenaga tebang serta berbagai kebutuhan yang diperlukan guna menunjang kelancaran aktivitas di lapangan.

Ramono, menyampaikan bahwa aktivitas penebangan selama bulan Ramadan, tetap berjalan lancar dan para pekerja telah terbiasa menjalankan pekerjaan sambil berpuasa.

“Alhamdulillah, sejauh ini pekerjaan berjalan lancar. Kami sudah terbiasa bekerja sambil berpuasa. Yang penting istirahat cukup dan kebutuhan perlengkapan kerja tetap terpenuhi,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Yohan Haryanto, menyampaikan bahwa masukan dari para pekerja lapangan menjadi perhatian penting bagi manajemen dalam meningkatkan kenyamanan serta keselamatan kerja di lapangan.

“Para tenaga tebang, merupakan ujung tombak kegiatan produksi di lapangan. Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa kebutuhan mereka tetap diperhatikan sehingga kegiatan produksi dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Selain melakukan pemantauan operasional di lapangan, Yohan Haryanto, juga melakukan pengecekan secara acak terhadap dokumen administrasi penebangan, termasuk daftar ukur kayu serta penandaan batas petak tebangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan produksi berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala BKPH Randudongkal, menyampaikan bahwa hingga saat ini kegiatan produksi kayu di wilayahnya berjalan dengan baik dan kondusif. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan para mandor lapangan serta meningkatkan pengawasan kawasan hutan menjelang libur Lebaran.

“Kami terus melakukan pengawasan dan koordinasi dengan seluruh jajaran di lapangan agar kegiatan produksi tetap berjalan lancar serta kawasan hutan tetap aman,” jelasnya.

Kegiatan pemantauan tersebut diakhiri dengan foto bersama antara jajaran Perhutani, KPH Pekalongan Timur, BKPH Randudongkal, serta para tenaga tebang di lokasi kegiatan. Melalui kegiatan ini diharapkan kegiatan produksi kayu di wilayah KPH Pekalongan Timur, dapat berjalan optimal dengan tetap memperhatikan prinsip kelestarian hutan serta keselamatan kerja para pekerja lapangan. (Kom-PHT/Pkt/Ran)

Editor: Tri

Copyright © 2026