Kegiatan koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Administratur KPH Pekalongan Timur, Toto Swartanto, beserta jajaran, serta mitra pembeli kayu, di antaranya Ratmono.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai aspek pendukung keberhasilan tebangan tahun 2026, antara lain kesiapan mitra pembeli kayu, kesesuaian volume dan mutu kayu, kelancaran proses serah terima hasil tebangan, serta komitmen bersama dalam mematuhi ketentuan dan tata kelola yang berlaku.
Wakil Administratur KPH Pekalongan Timur, Toto Swartanto, menyampaikan bahwa koordinasi dengan mitra pembeli kayu merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan kegiatan produksi kehutanan.
“Melalui komunikasi dan sinergi yang baik dengan mitra pembeli kayu, kami berharap pelaksanaan tebangan tahun 2026, khususnya di wilayah Bagian Hutan Randudongkal, dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, mitra pembeli kayu, Ratmono, menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan tebangan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Perhutani.
Melalui kegiatan koordinasi ini, Perhutani, KPH Pekalongan Timur, berharap pelaksanaan tebangan tahun 2026, dapat berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung optimalisasi hasil hutan serta pengelolaan hutan yang lestari. (Kom-PHT/Pkt/Ran)