PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (06/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur, melaksanakan kegiatan distribusi sarana penunjang produksi kepada para penyadap di wilayah Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Paninggaran, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Paninggaran, pada Minggu, (05/04). Kegiatan ini, dilakukan sebagai upaya mendukung peningkatan produksi getah pinus serta menunjang kelancaran kegiatan penyadapan di lapangan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Paninggaran, Rifqi Ardiansyah, yang mewakili Administratur, KPH Pekalongan Timur. Dalam kegiatan ini, Perhutani, menyalurkan berbagai sarana penting yang dibutuhkan dalam proses penyadapan getah pinus, di antaranya batok sadap, dan stimulan getah pinus, yang memiliki peran vital dalam meningkatkan volume serta kualitas hasil sadapan.

Dalam sambutannya, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Paninggaran, Rifqi Ardiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini, merupakan bentuk komitmen Perhutani, dalam memberikan dukungan nyata kepada para penyadap sebagai mitra kerja di lapangan.

Ia, menegaskan bahwa keberhasilan produksi getah pinus tidak terlepas dari sinergi antara Perhutani dengan para penyadap serta kelompok tani hutan yang selama ini turut berkontribusi dalam pengelolaan hutan.

“Distribusi sarana ini diharapkan dapat membantu para penyadap dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas getah pinus yang dihasilkan. Dengan penggunaan stimulan yang tepat dan sarana yang memadai, hasil sadapan dapat lebih optimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Perhutani, terus berupaya melakukan pembinaan kepada para penyadap, baik melalui penyediaan sarana, pendampingan teknis, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar kegiatan penyadapan dapat berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, proses pendistribusian sarana turut melibatkan kelompok tani sadap yang berperan aktif dalam membantu kelancaran kegiatan di lapangan. Salah satu anggota kelompok tani sadap yang terlibat adalah Tohiri, yang bersama anggota lainnya turut membantu penyaluran sarana kepada para penyadap secara tertib dan merata.

Tohiri, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh Perhutani, kepada para penyadap. Menurutnya, bantuan sarana seperti batok sadap dan stimulan sangat membantu dalam menunjang pekerjaan sehari-hari, terutama dalam meningkatkan hasil produksi getah pinus.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar para penyadap semakin semangat dan hasil yang diperoleh juga semakin meningkat,” ujarnya.

Para penyadap yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyambut baik adanya distribusi sarana ini. Mereka berharap dukungan dari Perhutani dapat terus berlanjut, mengingat peran penyadap sangat penting dalam mendukung keberhasilan produksi getah pinus sebagai salah satu komoditas unggulan Perhutani.

Selain sebagai upaya peningkatan produksi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan kerja sama antara Perhutani, dengan masyarakat sekitar hutan, khususnya para penyadap dan kelompok tani hutan. Sinergi yang terjalin dengan baik diharapkan mampu menciptakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Melalui kegiatan distribusi sarana penunjang ini, Perhutani, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung optimalisasi produksi hasil hutan bukan kayu, khususnya getah pinus, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan secara berkelanjutan.

Ke depan, Perhutani, akan terus melakukan berbagai langkah strategis guna mendukung peningkatan produksi, termasuk penyediaan sarana dan prasarana, pembinaan teknis, serta penguatan kemitraan dengan para pemangku kepentingan di wilayah kerja KPH Pekalongan Timur. (Kom-PHT/Pkt/Ran)

Editor: Tri

Copyright © 2026