PEMALANG, PERHUTANI (20/02/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang, mengadakan kegiatan “Rembuk Bareng” bersama Petinggi dan Sesepuh Desa Surajaya, dalam rangka membahas rencana penanaman tebu dengan sistem agroforestry, di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Slarang, Kamis, (19/02).

Kegiatan ini, merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang bertujuan mempersiapkan pengembangan tanaman tebu berbasis agroforestry sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan swasembada gula nasional. Rembuk dilaksanakan di Kantor BKPH Slarang, bersama para tokoh masyarakat. Turut hadir Administratur, KPH Pemalang, Uum Maksum beserta jajaran Kepala Seksi.

Dalam sambutannya, Administratur, KPH Pemalang, Uum Maksum, menjelaskan bahwa rencana penanaman tebu di wilayah BKPH Slarang, khususnya di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Paduraksa, merupakan upaya optimalisasi lahan hutan produksi yang didukung oleh Pabrik Gula Sragi, melalui kerja sama kemitraan.

“Agroforestry, merupakan program strategis yang saat ini sedang digencarkan Perum Perhutani. Perhutani, menjajaki potensi pengembangan tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti tebu sebagai alternatif pengganti singkong yang harganya saat ini kurang menguntungkan,” jelas Uum.

Sementara itu, Kepala Desa Surajaya, Wasno, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada petani serta menyiapkan kebutuhan teknis, termasuk pembibitan dan alat pembukaan lahan.

“Kami siap membantu pelaksanaan, termasuk menyiapkan traktor untuk pengolahan lahan. Biaya operasional bisa disesuaikan dan dibayarkan setelah panen. Kami juga mengumpulkan data petani melalui KTP, sebagai bagian dari proses kemitraan,” ujar Wasno.

Dengan semangat kolaboratif ini, diharapkan program agroforestry tebu di wilayah Pemalang, dapat terlaksana dengan baik, memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus tetap menjaga kelestarian kawasan hutan. (Kom-PHT/Pml/Sks)

Editor: Tri

Copyright © 2026