PEMALANG, PERHUTANI (03/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) sebagai upaya menjaga dan melestarikan kawasan hutan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Cipero pada Rabu (03/06). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Lobongkok bersama mandor dengan memberikan pembinaan kepada para pesanggem atau penggarap lahan di petak 20A kawasan hutan Perhutani.

Administratur KPH Pemalang melalui Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan, Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah konkret dalam menjaga kelestarian hutan bersama masyarakat.

“Kegiatan seperti Komsos secara rutin penting dilakukan guna memberikan pemahaman sekaligus mengingatkan para pesanggem untuk ikut serta membantu pengelolaan hutan secara terpadu,” ungkapnya.

Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Lobongkok, Muhtamil, menambahkan bahwa Komsos juga menjadi sarana penyuluhan bagi para pesanggem dalam mengelola lahan tumpangsari.

“Dalam kegiatan penggarapan atau pemanfaatan lahan tumpangsari, pesanggem dilarang melakukan perambahan untuk memperluas lahan garapan. Selain itu, tindakan yang merusak tanaman, seperti pencabutan, pembabatan, maupun penyemprotan menggunakan bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dapat menyebabkan kematian pohon jati, tidak diperbolehkan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif pesanggem dalam menjaga keamanan kawasan hutan.

“Perhutani berharap para pesanggem turut membantu mengamankan kawasan hutan. Apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas di lapangan agar dapat dilakukan tindakan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pesanggem, Suswanto, menyatakan komitmennya untuk mematuhi aturan yang telah disampaikan oleh Perhutani.

“Sebagai penggarap lahan tumpangsari di Perhutani, kami akan menjalankan seluruh arahan yang disampaikan oleh pihak Perhutani,” katanya. (Kom-PHT/Pml/Sks)

Editor: Tri

Copyright © 2026