PURWODADI, PERHUTANI (08/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat melaksanakan kegiatan panen agroforestry jagung di petak 41B-1 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Karanggetas, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pojok, Kamis (08/01). Kegiatan panen jagung tersebut dilaksanakan di lahan seluas 4,8 hektare sebagai bagian dari pengelolaan hutan berbasis kemitraan yang mengedepankan keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan kelestarian hutan.

Panen agroforestry ini melibatkan jajaran BKPH Pojok, Kepala Kepolisian Sektor Tawangharjo, Bintara Pembina Desa Desa Kemadohbatur Koramil Tawangharjo, perangkat Desa Godan, serta para pesanggem yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Godan Wana Lestari. Kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Pojok, Bambang R., menyampaikan bahwa agroforestry merupakan salah satu strategi Perhutani dalam mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan tanpa mengesampingkan fungsi ekologisnya.

“Melalui pola agroforestry, Perhutani memberikan ruang kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui budidaya tanaman pangan, namun tetap mengedepankan kaidah kelestarian hutan. Panen jagung ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pesanggem sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan hutan di wilayah BKPH Pojok,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Tawangharjo, AKP Sartono, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Perhutani, aparat keamanan, dan masyarakat desa. Menurutnya, kegiatan agroforestry tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga memperkuat stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial di wilayah sekitar hutan.

“Kami dari Polri mendukung penuh kegiatan agroforestry ini. Sinergi yang baik antara Perhutani, TNI, Polri, dan masyarakat akan menciptakan rasa aman, meningkatkan kepercayaan, serta mendorong masyarakat untuk ikut menjaga hutan sebagai aset bersama,” ungkapnya.

Ketua LMDH Godan Wana Lestari, Sutadi, menyampaikan rasa syukur atas hasil panen jagung yang diperoleh serta dukungan dari seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa program agroforestry sangat membantu meningkatkan pendapatan pesanggem sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kawasan hutan.

“Kami berterima kasih kepada Perhutani dan seluruh pihak yang telah mendampingi kami. Dengan adanya agroforestry, kami dapat bercocok tanam jagung sekaligus ikut bertanggung jawab menjaga hutan agar tetap lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Melalui kegiatan panen agroforestry ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap kemitraan dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat terus diperkuat, sehingga pengelolaan hutan tidak hanya berorientasi pada produksi kayu, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan. (Komp-PHT/Pwd/Aris)

Editor: Tri
Copyright © 2026