PURWODADI, PERHUTANI (24/12/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan kehutanan dengan menerima kegiatan Praktikum Silvikultur Intensif mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah kerja BKPH Jatipohon, tepatnya di Persemaian Sinawah, pada Rabu (24/12).

Praktikum ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa untuk memahami secara langsung tahapan awal pengelolaan hutan, khususnya dalam kegiatan persemaian. Para mahasiswa melakukan pengamatan, pengukuran, serta analisis terhadap proses produksi bibit, mulai dari persiapan media tanam, teknik penyemaian, pemeliharaan bibit, hingga standar mutu bibit siap tanam.

Melalui kegiatan lapangan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis terkait pengelolaan persemaian yang berkelanjutan dan sesuai dengan kaidah silvikultur yang diterapkan oleh Perhutani.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa Perhutani terbuka dan mendukung penuh kegiatan akademik yang selaras dengan pengelolaan hutan lestari.

“Perhutani KPH Purwodadi menyambut baik kehadiran mahasiswa UGM dalam kegiatan praktikum ini. Persemaian merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan hutan, sehingga sangat tepat dijadikan media pembelajaran langsung bagi calon rimbawan. Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan wawasan praktis serta membentuk karakter profesional mahasiswa kehutanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala RPH Sinawah, Sriyanto, menjelaskan bahwa Persemaian Sinawah dikelola dengan standar teknis yang ketat guna menghasilkan bibit berkualitas, sehingga sangat relevan dijadikan lokasi penelitian dan pembelajaran.

“Di Persemaian Sinawah, mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana proses persemaian dilakukan secara sistematis, mulai dari pemilihan benih hingga perawatan bibit. Kami juga memberikan pendampingan agar mahasiswa memahami praktik terbaik yang selama ini diterapkan Perhutani,” jelasnya.

Dari sisi peserta, salah satu mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM, Diana Putri, mengaku kegiatan praktikum di lapangan memberikan pengalaman berharga yang tidak didapatkan di ruang kelas.

“Melalui praktikum ini kami bisa belajar langsung di lapangan, melihat kondisi nyata persemaian, serta berdiskusi dengan jajaran Perhutani. Hal ini sangat membantu kami dalam memahami penerapan ilmu silvikultur secara riil dan profesional,” ujarnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap sinergi antara dunia akademik dan pengelola hutan dapat terus terjalin sebagai upaya bersama dalam mencetak sumber daya manusia kehutanan yang kompeten dan berwawasan kelestarian hutan di masa depan. (Kom-PHT/Pwd/Aris)

Editor: Tri
Copyright © 2025