PURWODADI, PERHUTANI (31/01/2026) | Dalam rangka memastikan kegiatan produksi berjalan sesuai ketentuan serta mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) tebangan jati di Petak 84D RPH Jangglengan, BKPH Jatipohon, Jumat (30/01/2026).

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut diikuti Tim K3 KPH Purwodadi, jajaran BKPH Jatipohon, serta kru tebangan yang berasal dari masyarakat sekitar hutan. Monev dilakukan untuk mengecek secara langsung pelaksanaan tebangan di lapangan, mulai dari penerapan standar operasional prosedur (SOP), penggunaan alat pelindung diri (APD), kondisi lingkungan kerja, hingga ketertiban dan keamanan kegiatan tebangan.

Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon Tutut Sugianto menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga keselamatan pekerja serta kelestarian hutan.

“Monitoring dan evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan kegiatan tebangan jati berjalan sesuai aturan, aman bagi pekerja, serta tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan langsung kepada kru tebangan agar selalu bekerja dengan tertib dan mengutamakan aspek K3,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi K3 dan Lingkungan KPH Purwodadi Gonang menegaskan pentingnya penerapan K3 dalam setiap kegiatan operasional di lapangan.

“Kami terus mengingatkan agar seluruh kru tebangan menggunakan APD secara lengkap dan bekerja sesuai prosedur. Keselamatan kerja merupakan prioritas utama karena dengan kondisi kerja yang aman, produktivitas juga dapat meningkat,” jelasnya.

Salah seorang kru tebangan Marmin mengaku menyambut baik adanya kegiatan monitoring dan evaluasi dari Perhutani.

“Dengan adanya pendampingan dan pengawasan ini, kami menjadi lebih paham cara kerja yang aman dan benar. Kami merasa diperhatikan sehingga dapat bekerja dengan lebih tenang dan nyaman,” ungkapnya.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, Perhutani KPH Purwodadi berharap pelaksanaan tebangan jati dapat berjalan lancar, aman, dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat sekitar hutan. (Komp-PHT/Pwd/Aris)

Editor: Tri
Copyright © 2026