PURWODADI, PERHUTANI (11/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, melaksanakan kegiatan sosialisasi agroforestry jagung, bersama para pesanggem di petak 27 D, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Godan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sambirejo, pada Jumat (09/01). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pesanggem dalam pengelolaan lahan agroforestry, yang selaras dengan prinsip kelestarian hutan serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut diikuti oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sambirejo, beserta jajaran, pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Godan Wana Lestari, para pesanggem penggarap lahan kawasan hutan, serta tokoh masyarakat Desa Godan. Dalam kegiatan tersebut disampaikan materi terkait tata cara pengelolaan lahan jagung di kawasan hutan, kewajiban pesanggem dalam menjaga tegakan, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan selama proses budidaya berlangsung.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, melalui Administratur KPH Purwodadi, yang diwakili Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sambirejo, Susilo, menyampaikan bahwa program agroforestry merupakan salah satu bentuk sinergi antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan para pesanggem memahami tata kelola agroforestry yang benar, sehingga kegiatan budidaya jagung dapat berjalan optimal tanpa mengganggu kelestarian hutan. Harapannya, program ini mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya hutan,” ujarnya.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, turut menyampaikan apresiasi dari Ketua LMDH Godan Wana Lestari, Sutadi, yang menilai bahwa kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada pesanggem sangat penting agar pengelolaan lahan berjalan sesuai ketentuan.

“Kami berterima kasih kepada Perhutani atas bimbingan dan arahan yang diberikan. Sosialisasi ini menambah wawasan pesanggem agar lebih bertanggung jawab dalam mengelola lahan serta ikut menjaga keamanan dan kelestarian hutan,” ungkapnya.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, juga menyampaikan tanggapan dari salah satu pesanggem, Jumirah, yang mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut dan berharap program agroforestry jagung dapat terus berlanjut.

“Dengan adanya sosialisasi ini, kami menjadi lebih paham cara mengelola lahan jagung di kawasan hutan dengan benar. Semoga hasil panen baik dan kami juga dapat ikut menjaga hutan tetap lestari,” tuturnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat desa hutan melalui program agroforestry yang produktif, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. (Komp-PHT/Pwd/Aris).

Editor: Tri

Copyright © 2026