PURWODADI, PERHUTANI (14/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, bersama warga sekitar hutan melaksanakan patroli gabungan dalam rangka menjaga kelestarian dan keamanan hutan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten, pada Jumat (12/12).

Perhutani KPH Purwodadi, menjelaskan bahwa kegiatan patroli tersebut melibatkan Polisi Kehutanan Mobil (Polhutmob) KPH Purwodadi, jajaran BKPH Penganten, serta masyarakat Desa Penganten yang secara aktif berpartisipasi dalam pengamanan kawasan hutan. Patroli difokuskan pada sejumlah petak yang dinilai rawan gangguan keamanan hutan, yaitu Petak 30F seluas 5,7 hektare tanaman jati tahun 2004, Petak 29C-1 seluas 2,9 hektare tanaman jati tahun 2000, Petak 27D-1 seluas 13,7 hektare tanaman rimba campur tahun 2021, serta Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) Petak 30A-1 seluas 12,3 hektare tanaman jati tahun 2004 yang berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Plosokerep, BKPH Penganten.

Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman dan batas petak, patroli gabungan tersebut juga diisi dengan dialog dan komunikasi sosial bersama warga sekitar hutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan serta memperkuat sinergi antara Perhutani dan masyarakat dalam mencegah terjadinya illegal logging, perambahan hutan, maupun gangguan keamanan hutan lainnya.

Perhutani KPH Purwodadi, melalui Administratur KPH Purwodadi, yang disampaikan oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten, Arie Gunawan, menyampaikan bahwa patroli gabungan merupakan langkah strategis untuk memastikan kawasan hutan tetap aman dan lestari.

Ia menyampaikan, “Patroli bersama ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga aset negara sekaligus membangun kemitraan yang harmonis dengan masyarakat sekitar hutan. Dengan keterlibatan warga, pengamanan hutan akan lebih efektif dan berkelanjutan.”

Sementara itu, Komandan Regu Polhutmob KPH Purwodadi, Suryanto, menjelaskan bahwa kegiatan patroli rutin sangat diperlukan untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan hutan.

Ia menjelaskan, “Kami melakukan patroli secara menyeluruh pada titik-titik rawan, termasuk kawasan perlindungan setempat. Kehadiran petugas bersama warga di lapangan diharapkan mampu memberikan efek pencegahan serta meningkatkan rasa tanggung jawab bersama terhadap kelestarian hutan.”

Dari pihak masyarakat, salah satu perwakilan warga Desa Penganten, Kasimin, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan patroli gabungan tersebut.

Ia mengatakan, “Kami sebagai warga sekitar hutan siap membantu Perhutani dalam menjaga keamanan hutan. Hutan ini memberikan manfaat bagi kami, sehingga sudah menjadi kewajiban bersama untuk ikut menjaganya agar tetap lestari.”

Melalui patroli gabungan tersebut, Perhutani KPH Purwodadi, berharap terjalin hubungan yang semakin erat dengan masyarakat sekitar hutan serta terwujudnya kawasan hutan yang aman, lestari, dan berfungsi optimal bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat. (Komp-PHT/Pwd/Aris).

Editor: Tri

Copyright © 2025