PURWODADI, PERHUTANI (12/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, melaksanakan kegiatan koordinasi pengamanan tebangan tahun 2026, bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (10/01), di wilayah hutan Petak 84 D, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jangglengan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatipohon.
Kegiatan koordinasi diikuti oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatipohon, beserta jajaran, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Grobogan, Bhabinkamtibmas Polsek Grobogan, pengurus LMDH Jati Makmur, serta tokoh masyarakat sekitar kawasan hutan. Koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan hutan sekaligus mendukung kelancaran proses produksi kayu tahun 2026.
Petak 84 D, RPH Jangglengan, merupakan areal tebangan jati tahun tanam 1996, dengan luas ± 9,8 hektare, dan target volume produksi sebesar 321,756 meter kubik. Dengan nilai produksi yang cukup besar, pengamanan kawasan menjadi perhatian utama agar kegiatan tebangan dapat berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Administratur KPH Purwodadi, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi tersebut merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan hutan selama proses tebangan berlangsung.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Perhutani, dalam menyiapkan tebangan tahun 2026, agar berjalan aman dan lancar. Sinergi bersama TNI, Polri, LMDH, dan masyarakat, sangat penting untuk menjaga kondusivitas kawasan hutan, sekaligus memastikan proses produksi kayu dapat terlaksana sesuai rencana,” ujarnya.
Sementara itu, Babinsa Koramil, Grobogan, Sertu Supamin, menyatakan kesiapan TNI, dalam mendukung pengamanan kawasan hutan dan kegiatan tebangan.
“Kami dari Koramil Grobogan, siap mendukung Perhutani, dalam menjaga keamanan wilayah hutan. Dengan koordinasi yang baik bersama Polri, LMDH, dan masyarakat, kami berharap tidak ada gangguan selama proses tebangan berlangsung,” ungkapnya.
Dukungan juga disampaikan Ketua LMDH Jati Makmur, Saryono, yang menegaskan peran aktif masyarakat dalam menjaga kawasan hutan.
“LMDH Jati Makmur, siap bersinergi dengan Perhutani, dan aparat keamanan. Kami mengajak seluruh masyarakat sekitar hutan untuk turut menjaga keamanan dan mendukung pelaksanaan tebangan agar membawa manfaat bagi semua pihak,” katanya.
Melalui kegiatan koordinasi ini, Perhutani, berharap pelaksanaan tebangan tahun 2026, di wilayah BKPH Jatipohon, dapat berjalan aman, tertib, serta memberikan kontribusi optimal bagi perusahaan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. (Komp-PHT/Pwd/Aris).
Editor: Tri
Copyright © 2026