PURWODADI, PERHUTANI (30/03/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi memperkuat upaya pengamanan hutan sekaligus mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem dengan mengaktifkan penjagaan di Pos Penanggulangan Bencana wilayah BKPH Penganten pada Minggu (30/03).

Kegiatan penjagaan tersebut dilaksanakan oleh jajaran petugas BKPH Penganten bersama warga masyarakat Desa Penganten, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Pos tersebut difungsikan sebagai titik koordinasi untuk memantau kondisi kawasan hutan sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan hutan maupun bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Langkah ini dilakukan menyusul kondisi cuaca yang saat ini cenderung tidak menentu. Dalam beberapa waktu terakhir, cuaca di wilayah Grobogan kerap berubah secara cepat, mulai dari terik panas pada siang hari hingga hujan deras yang disertai angin kencang pada sore atau malam hari. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko, seperti pohon tumbang, kerusakan tanaman hutan, hingga gangguan keamanan kawasan.

Melalui penguatan penjagaan di pos tersebut, petugas secara rutin melakukan pemantauan situasi di sekitar kawasan hutan, termasuk memeriksa kondisi tegakan serta memastikan tidak terjadi aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan hutan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Penganten, Arie Gunawan, menyampaikan bahwa penguatan pengamanan melalui Pos Penanggulangan Bencana merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan.

“Dengan kondisi cuaca yang saat ini sering berubah-ubah, kadang panas terik kemudian tiba-tiba turun hujan deras disertai angin kencang, kami meningkatkan kewaspadaan melalui penjagaan di Pos Penanggulangan Bencana. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan serta kelestarian hutan agar tetap terpelihara dengan baik,” jelas Arie.

Ia juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar selalu berhati-hati, terutama saat terjadi hujan deras dan angin kencang yang berpotensi menimbulkan pohon tumbang.

“Perhutani juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan hutan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi gangguan keamanan hutan ataupun kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Penganten, Sunandar, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Perhutani yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan penjagaan dan pengawasan kawasan hutan.

“Kami sebagai warga sangat mendukung kegiatan ini. Dengan adanya pos penjagaan dan keterlibatan masyarakat, kondisi hutan bisa lebih terpantau, apalagi sekarang cuaca sering berubah dan kadang anginnya cukup kencang. Kami siap membantu Perhutani menjaga hutan agar tetap aman dan lestari,” ungkap Sunandar.

Melalui sinergi antara Perhutani dan masyarakat, diharapkan upaya antisipasi terhadap potensi bencana alam serta gangguan keamanan hutan dapat dilakukan secara lebih optimal, sehingga kawasan hutan tetap terjaga kelestariannya dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar. (Komp-PHT/Pwd/Aris).