PURWODADI, PERHUTANI (27/12/2025) | Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan hutan berbasis kemitraan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan, Perhutani KPH Purwodadi menggelar sosialisasi Masa Tanam I Agroforestry Tahun 2026 kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Godan Wana Lestari, pada Sabtu (27/12).

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh para pesanggem yang menggarap lahan di petak 2, 44, 41, dan 34 wilayah RPH Tlogomanik serta pesanggem petak 40 wilayah TPH Karanggetas. Seluruh peserta merupakan anggota LMDH Godan Wana Lestari yang selama ini aktif bermitra dengan Perhutani dalam pengelolaan agroforestry.

Sosialisasi difokuskan pada pemaparan rencana teknis Masa Tanam I Tahun 2026 yang meliputi kesiapan lahan, pola tanam, jenis komoditas yang direkomendasikan, serta penyesuaian jadwal tanam agar sejalan dengan kondisi iklim dan tetap menjaga kelestarian tanaman kehutanan. Selain itu, Perhutani juga menekankan pentingnya tertib administrasi serta kepatuhan terhadap ketentuan kerja sama kemitraan kehutanan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Pojok Bambang R menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan program agroforestry dapat berjalan lebih terencana dan memberikan hasil optimal bagi seluruh pihak.

Ia menjelaskan bahwa sosialisasi Masa Tanam I dilakukan agar para pesanggem memiliki pemahaman yang sama terkait perencanaan tanam Tahun 2026. Dengan demikian, program agroforestry diharapkan tidak hanya mendukung kelestarian hutan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan. Ia juga menambahkan bahwa Perhutani mendorong terjalinnya komunikasi terbuka antara petugas lapangan, LMDH, dan pesanggem agar setiap kendala di lapangan dapat diantisipasi sejak dini.

Sementara itu, Ketua LMDH Godan Wana Lestari Sutadi mengapresiasi langkah Perhutani yang secara rutin memberikan pendampingan dan arahan kepada para pesanggem. Menurutnya, sosialisasi tersebut sangat membantu anggota LMDH dalam mempersiapkan masa tanam ke depan sehingga hasil agroforestry dapat lebih maksimal tanpa mengabaikan kelestarian hutan.

Salah satu pesanggem, Kurniawan, juga menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan gambaran yang lebih jelas terkait rencana tanam dan pengelolaan lahan ke depan. Ia berharap hasil tanam pada Masa Tanam I Tahun 2026 dapat meningkatkan penghasilan serta memperkuat kerja sama antara pesanggem dan Perhutani.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap sinergi antara Perhutani, LMDH, dan pesanggem terus terjalin dengan baik sehingga program agroforestry dapat berjalan secara efektif, produktif, dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Pwd/Aris)

Editor: Tri
Copyright © 2025