PURWODADI, PERHUTANI (01/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus memperkuat upaya perlindungan dan pengamanan kawasan hutan melalui kegiatan patroli terpadu di areal Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) pada Senin (01/06). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya menjelang musim kemarau.
Patroli dilaksanakan oleh jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung bersama anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tanjungharjo Manunggal, Desa Tanjungharjo. Tim patroli menyusuri sejumlah petak agroforestry yang menjadi lokasi pengembangan tanaman tebu mandiri di wilayah pangkuan BKPH Bandung.
Lokasi patroli meliputi Petak 47D Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dersemi seluas 4,09 hektare, serta Petak 62F1 seluas 5,05 hektare dan Petak 62F2 seluas 4,13 hektare di RPH Pekuwon. Total luasan area yang dipatroli mencapai 13,27 hektare.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan kondisi lapangan, memantau potensi titik rawan kebakaran, memastikan kebersihan area dari material yang mudah terbakar, serta memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar bersama-sama menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung, Sri Purwanto, menyampaikan bahwa patroli rutin di kawasan Agroforestry Tebu Mandiri merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus mendukung keberhasilan program agroforestry yang dikelola bersama masyarakat.
“Patroli ini menjadi langkah preventif yang terus kami lakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran di kawasan hutan, khususnya pada areal Agroforestry Tebu Mandiri yang saat ini menjadi salah satu kawasan produktif. Perhutani bersama LMDH berkomitmen menjaga kelestarian hutan sekaligus memastikan tanaman yang dikelola bersama masyarakat dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” jelas Sri Purwanto.
Sementara itu, Ketua LMDH Tanjungharjo Manunggal, Supadi, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terus terjalin antara Perhutani dan masyarakat desa hutan dalam menjaga kawasan hutan.
“Kami siap mendukung Perhutani dalam menjaga keamanan hutan dari ancaman kebakaran. Melalui patroli bersama seperti ini, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kawasan hutan karena manfaatnya juga dirasakan secara langsung oleh warga sekitar,” ungkap Supadi.
Melalui patroli terpadu yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Perhutani berharap dapat meminimalkan potensi gangguan keamanan hutan, khususnya ancaman kebakaran, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang aman, lestari, dan produktif. (Komp-PHT/Pwd/Aris).
Editor: Tri
Copyright © 2026