Kegiatan yang dilaksanakan di Petak 80a1, tersebut dihadiri Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Beran, Muslim, Bhabinkamtibmas Desa Bodeh, Winanto, Babinsa Desa Bodeh, Mugiono, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngudi Jati Lestari, Wilnoto, segenap Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) se-BKPH Beran, mandor tanam, mandor polter, serta para penggarap Petak 80a1.
Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Beran, Muslim, mewakili Administratur, KPH Randublatung, Herry Merkusiyanto Putro, usai memimpin kerja bakti di persemaian, langsung melaksanakan komunikasi sosial dan sosialisasi kepada para penggarap. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dalam kegiatan sosialisasi keberhasilan tanaman ini. Tanaman yang kita tanam hari ini nantinya akan menjadi kawasan hutan. Kami berharap para penggarap ikut berperan dalam menjaga dan merawat tanaman agar hutan tetap lestari,” ungkapnya.
Ia, juga mengajak seluruh pihak untuk memahami pentingnya keberadaan hutan sebagai ekosistem yang saling berkesinambungan dan harus dijaga kelestariannya demi kelangsungan generasi mendatang.
Lebih lanjut, Muslim, menjelaskan bahwa pengelolaan hutan dimulai dari pembuatan persemaian, penanaman, perencanaan kelestarian, hingga penjagaan dan pengamanan.
Ia, menegaskan bahwa penggarapan diperbolehkan, namun harus mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku serta tidak merusak tanaman kehutanan, khususnya jati.
“Pengrusakan tanaman termasuk tindakan pidana. Penyemprotan yang mengakibatkan tanaman mati, perempelan daun jati, khususnya pada tanaman muda, hingga tindakan mematikan pohon dengan cara melubangi atau membacok batang lalu memasukkan obat gulma, merupakan pelanggaran hukum. Kami berharap seluruh penggarap di Petak 80a1, ikut menjaga dan merawat tanaman agar terjalin hubungan yang harmonis antara petugas Perhutani dan masyarakat,” tegasnya.
Ketua LMDH Ngudi Jati Lestari, Wilnoto, yang juga mewakili Kepala Desa Bodeh, Munadi, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia, juga mengucapkan terima kasih kepada Perhutani, yang terus melibatkan LMDH, dalam setiap kegiatan.
“Kami berterima kasih karena Perhutani, masih melibatkan LMDH, sehingga kegiatan sosialisasi ini dapat terlaksana. Hutan sebagai sumber penghidupan masyarakat harus kita jaga bersama. Penggarap telah diberikan ruang dengan jarak tanam 8 x 3 meter. Mari kita jaga bersama agar tanaman berhasil dan hutan dapat kembali seperti dahulu,” jelasnya.
Bhabinkamtibmas Desa Bodeh, Winanto, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan komunikasi sosial dan sosialisasi tersebut.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga kawasan hutan. Terima kasih kepada Perhutani, yang telah memberikan wawasan tentang pentingnya kehutanan sehingga masyarakat semakin memahami fungsi hutan bagi kehidupan. Mari kita dukung keberhasilan tanaman agar dapat tumbuh menjadi hutan,” ujarnya.
Babinsa Desa Bodeh, Mugiono, juga menegaskan pentingnya menjaga kelestarian hutan secara bersama-sama.
“Mari kita bersama-sama menjaga hutan sebagaimana yang telah disampaikan. Kami mengapresiasi Perhutani, yang telah melibatkan kami dalam kegiatan ini. Semoga silaturahmi antara Perhutani, masyarakat, dan para pemangku kepentingan tetap terjaga demi kelestarian kawasan hutan,” pungkasnya. (Kom-PHT/Rdb/Jun)