RANDUBLATUNG, PERHUTANI (23/01/2026) | Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, menerima kunjungan kerja PT Sucofindo, dalam rangka kegiatan Piloting, Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) Plus. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Perum Perhutani KPH Randublatung, pada Kamis (22/01/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur, KPH Randublatung, Herry Merkussiyanto Putro, Wakil Administratur, KPH Randublatung, beserta segenap manajemen, Kepala Sub Seksi (KSS) Produksi, Sudaryono, KSS Perencanaan, Ragil Budi P., KSS Penguji Kayu, Iik Sugiyanto, segenap Kepala Tempat Penimbunan Kayu (TPK), KPH Randublatung, serta Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Wilayah III Salatiga, Joko Widodo.

Administratur, KPH Randublatung, Herry Merkussiyanto Putro dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada perwakilan PT Sucofindo, Teguh Widodo, yang akan melaksanakan kegiatan Piloting SVLK Plus, di wilayah KPH Randublatung.

“Kami sampaikan bahwa saat ini KPH Randublatung, memasuki musim penghujan, hampir setiap hari terjadi hujan. Kondisi tersebut tentunya mempengaruhi aksesibilitas kegiatan di lapangan, khususnya dalam pencapaian target produktivitas tebangan,” jelas Herry.

Ia, juga menyampaikan gambaran umum wilayah KPH Randublatung, yang memiliki luas sekitar 32.000 hektare, terdiri atas 12 Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), 44 Resort Pemangkuan Hutan (RPH), dan 3 Tempat Penimbunan Kayu (TPK). Untuk produksi kayu, KPH Randublatung, setiap tahun menghasilkan sekitar 35.000 hingga 39.000 meter kubik.

“Kami merasa bangga menjadi salah satu KPH, yang terpilih sebagai lokasi piloting, dalam rangka pemenuhan data SVLK Plus. Kami siap mendukung dan mendampingi dalam penyediaan data-data yang dibutuhkan demi kelancaran kegiatan piloting, SVLK Plus di KPH Randublatung,” pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan PT Sucofindo, Teguh Widodo, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kesempatan yang diberikan oleh KPH Randublatung.

“Terima kasih atas penerimaan yang diberikan. Selama dua hari ke depan, kami mohon dukungan dan kerja samanya, mengingat ini merupakan kunjungan pertama saya ke KPH Randublatung,” ujarnya.

Teguh, menjelaskan bahwa kegiatan Piloting, Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) Plus, bertujuan untuk memperkuat keterlacakan kayu dari hutan negara. Data dan informasi yang dikumpulkan akan menjadi bahan kajian yang selanjutnya dilaporkan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kehutanan.

“Data yang kami peroleh akan menjadi dasar kajian dan rekomendasi sebagai langkah perbaikan ke depan. Bisa jadi terkait sistem SIPUHH, atau aspek lain yang perlu disempurnakan. Tugas kami adalah mengumpulkan data, melihat fakta di lapangan, merekam, mengolah, dan melaporkannya. Untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dari seluruh jajaran KPH Randublatung,” tutup Teguh. (Kom-PHT/Rdb/Jun).

Editor: Tri

Copyright © 2026