SEMARANG, PERHUTANI (07/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang, bersama PT Rimba Partikel Indonesia (RPI), melaksanakan kegiatan pengecekan lokasi calon tebangan gamal tahun 2026, serta peninjauan trubusan hasil tebangan tahun 2025 di wilayah Kedungjati, Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini, dilaksanakan di petak 106C, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tepusan, dan petak 103, RPH Bantal, yang secara administratif berada di Kecamatan Kedungjati.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Perhutani, KPH Semarang, antara lain Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedungjati, BKPH Padas, serta BKPH Tempuran. Turut hadir perwakilan mitra kerja, PT Rimba Partikel Indonesia (RPI), yang dipimpin Ulil beserta tim.
Kehadiran kedua belah pihak mencerminkan komitmen bersama dalam menjalankan perjanjian kerja sama serta menjaga keberlanjutan pengelolaan tanaman gamal secara produktif dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, dilakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lapangan, meliputi area bekas tebangan tanaman gamal tahun 2025 dan pertumbuhan trubusan hasil penebangan sebelumnya. Hasil peninjauan ini diharapkan menjadi indikator keberhasilan pengelolaan tanaman gamal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana diskusi terkait langkah perbaikan dan strategi pengelolaan hutan ke depan.
Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata Perhutani, KPH Semarang, Robertus, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memastikan keberhasilan kerja sama yang telah berjalan.
“Melalui pengecekan ini, kami memastikan tebangan gamal mampu menghasilkan trubusan yang optimal sehingga keberlanjutan produksi tetap terjaga sekaligus mendukung kelestarian hutan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PT Rimba Partikel Indonesia (RPI), Ulil, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pengelolaan tanaman gamal secara berkelanjutan.
“Kami siap terus bersinergi dengan Perhutani dalam menjaga kualitas dan produktivitas tanaman gamal, termasuk meningkatkan hasil trubusan ke depan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Perhutani, dan mitra kerja terus terjalin dengan baik, sehingga pengelolaan tanaman gamal tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga tetap memperhatikan kelestarian hutan dan keberlanjutan lingkungan. (Kom-PHT/Smg/Noe)
Editor: Tri
Copyright © 2026