SEMARANG, PERHUTANI (06/02/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang melalui Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melaksanakan pengecekan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi wisata Top Selfie Cemoro Sewu dan Pinusia Park, Desa Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat (06/02).
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa magang mandiri dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro sebagai bagian dari upaya penguatan implementasi prinsip Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di lokasi wisata yang berada di Petak 1014 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Susukan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penggaron.
Pengecekan dipimpin Kepala Sub Seksi K3 KPH Semarang Agus Sudono, didampingi Asper BKPH Penggaron Musholeh beserta jajaran. Mahasiswa magang yang terlibat dalam kegiatan tersebut yaitu A’azza Qunaitahaq, Khaila Mafaza Dini, dan Lakeisha Bina Alessandra.
Administratur KPH Semarang melalui Kepala Sub Seksi K3 KPH Semarang Agus Sudono menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam memastikan seluruh aktivitas usaha wisata berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku, sekaligus ramah terhadap lingkungan.
Ia menegaskan bahwa penerapan K3L bukan hanya kewajiban administratif, melainkan harus menjadi budaya dalam pengelolaan kawasan wisata.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap aspek keamanan lokasi wisata, meliputi ketersediaan dan keterlihatan nomor kontak darurat seperti kepolisian dan BPBD, keberadaan peta lokasi kawasan, papan petunjuk arah, serta papan informasi harga tiket.
Pada aspek keselamatan kerja, tim mengevaluasi kondisi dan penempatan rambu peringatan bahaya serta rambu larangan, memastikan ketersediaan dan fungsi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang ditempatkan secara strategis, serta menilai kejelasan jalur dan denah evakuasi. Kesiapan pengelola dalam menerapkan manajemen buka dan tutup kawasan wisata saat cuaca ekstrem atau kondisi darurat juga menjadi perhatian sebagai langkah mitigasi risiko kecelakaan. Selain itu, tim memastikan kesiapan fasilitas pertolongan pertama untuk mengantisipasi gangguan kesehatan atau kecelakaan ringan di kawasan wisata.
Aspek kebersihan dan lingkungan turut menjadi perhatian dengan meninjau ketersediaan tempat sampah terpilah, tingkat kebersihan area wisata, serta sistem pengelolaan sampah. Penilaian juga dilakukan terhadap upaya perlindungan vegetasi dan pengendalian pencemaran lingkungan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian hutan dan mendukung keberlanjutan wisata alam.
Salah satu mahasiswa magang, A’azza Qunaitahaq, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut memberikan pengalaman langsung terkait penerapan K3L di lapangan. Ia menilai kegiatan ini memberikan gambaran nyata tentang penerapan standar K3L di kawasan wisata sekaligus menjadi sarana pembelajaran untuk peningkatan pengelolaan ke depan.
Melalui kegiatan tersebut, Perum Perhutani berharap penerapan K3L di lokasi wisata dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan dan konsisten, tidak hanya sebagai pemenuhan standar, tetapi juga sebagai bagian dari budaya kerja dalam pengelolaan wisata alam. (Kom-PHT/Smg/Pay)
Editor: Tri
Copyright © 2026